*MAKNA PERKATAAN IMAM MALIK RAHIMAHULLAH: “SEMUA ORANG BISA DITERIMA DAN DITOLAK UCAPANNYA KECUALI YANG ADA DI DALAM KUBUR INI (RASUL -ﷺ-)”*

❱ Asy-Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

[ Pertanyaan ]

Penanya bertanya, Syaikh yang mulia, mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada Anda.

Apakah perkataan Imam Malik rahimahullah, “Semua orang bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali yang ada di dalam kubur ini (Rasul -ﷺ-).”

Apakah hal tersebut dalam masalah fiqhiyyah ijtihadiyyah saja? Dan tidak termasuk masalah aqidah?

[ Jawaban ]

■ “Masalah aqidah tidak ada khilaf padanya, bukan tempat untuk diterima dan ditolak, karena ia terjaga dan dibangun di atas tauqifiyyah (berdasarkan nash-nash syari’at-pent).

■ Akan tetapi hal tersebut terkait masalah fiqih.

(•) Siapapun bisa diterima ucapannya apabila sesuai dengan dalil,
(•) dan ditolak ucapannya apabila menyelisihi dalil.

[↑] Inilah yang dimaksud oleh Imam Malik Rahimahullah, na’am.”

📚[Website Syaikh hafizhahullah]

🚇ما معنى كلام الامام مالك -رحمه الله-: { كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر؟ }

❱ الشيخ الدكتور صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان حفظه الله

يقول فضيلة الشيخ وفقكم الله، هل كلام الإمام مالك -رحمه الله-: { كل يُؤخذ من كلامه ويُرد إلا صاحب هذا القبر }، هل هو في المسائل الفقهية الاجتهادية فقط دون المسائل العقدية؟

[ الجواب ]

■ المسائل العقدية مافيها خلاف، ماهي مجال للأخذ والرد ، لأنها مسلَّمة مبنية على التوقيف، وإنما هذا في مسائل الفقه، كلٌ يُؤخذ من قوله ما وافق الدليل، ويُرد ما خالف الدليل، هذا قصد الإمام مالك -رحمه الله-. نعم.

📚[موقع الشيخ حفظه الله]

📮https://t.me/ukhuwahsalaf [M.U.S]
🌍www.alfawaaid.net

Dari Channel Telegram @pencari_alhaq

Dengarkan:
📀[ Audio ] https://t.me/ukhuwahsalaf/4036

https://www.alfawaaid.net/2017/07/makna-perkataan-imam-malik-rahimahullah.html?m=1

*TINGGALKAN SIKAP TA’ASHSHUB WALAUPUN KEPADA GURU YANG KAMU CINTAI.*

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullaah.

PERTANYAAN:

Bagaimana hukumnya orang yang mencintai seorang alim atau dai, dengan mengatakan: Sesungguhnya saya sangat mencintai beliau, oleh karena itu saya tidak suka mendengar bantahan yang ditujukan kepadanya dari siapapun, dan saya ambil ucapan-ucapannya sekalipun menyelisihi dalil, karena syaikh (orang alim) ini lebih tahu tentang dalil daripada saya?

JAWABAN:

Ini adalah ta’ashshub yang sangat dibenci dan tercela, maka hal semacam ini tidak boleh.

✳ Alhamdulillah, kami mencintai para ulama dan para dai di jalan Allah ta’ala, akan tetapi apabila salah seorang diantara mereka melakukan kesalahan dalam suatu perkara, maka tentunya kami menjelaskan kebenaran dalam perkara tersebut dengan dalil, tanpa mengurangi kecintaan dan kedudukannya.

al-Imam Malik pernah berkata : “Seluruh ucapan bisa diambil dan ditolak kecuali pemilik kubur ini (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Apabila kami membantah sebagian ahlul ilmi (Ulama) dan sebagian orang yang memiliki keutamaan bukan berarti kami membenci dan merendahkannya, akan tetapi kami hanyalah menjelaskan kebenaran semata.

✔ Oleh karena itu sebagian ulama ketika (mereka membantah) teman-temannya yang memiliki kesalahan, mengatakan, “Fulan adalah kekasih kami, akan tetapi kebenaran (al-haq) lebih aku cintai daripadanya. Inilah cara yang benar.

Maka janganlah kalian pahami bahwa membantah kesalahan-kesalahan beberapa ulama itu artinya membenci atau merendahkannya. Bahkan para ulama terus menerus sebagian mereka membantah sebagian yang lain, akan tetapi mereka tetap bersaudara dan saling mencintai.

Kita tidak boleh mengambil seluruh perkataan seseorang dengan membabi buta, baik yang benar ataupun yang salah, karena ini merupakan sikap fanatik (ta’ashshub) yang amat dibenci.

☑ Orang yang boleh diambil seluruh perkataannya dan tidak boleh ditinggalkan sedikitpun adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau adalah orang yang menyampaikan dari Rabb-Nya, beliau tidak berbicara dengan hawa nafsunya. Adapun selain beliau, maka terkadang bisa salah dan benar, sekalipun mereka itu orang-orang yang paling utama, para mujtahid (ahli ijtihad); mereka itu semuanya bisa salah dan bisa benar, tidak ada seorang pun yang bebas dari kesalahan selain Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻨﺼﻴﺤﺔ. ﻗﻠﻨﺎ:ﻟﻤﻦ؟ ﻗﺎﻝ ﻟﻠﻪ، ﻭﻟﻜﺘﺎﺑﻪ، ﻭﻟﺮﺳﻮﻟﻪ، ﻭﻷﺋﻤﺔﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﻋﺎﻣﺘﻬﻢ

“Agama itu nasehat” kami (para shahabat) bertanya; “Untuk siapa nasehat itu?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab Nya, Rasul- Nya, serta para imam kaum muslimin dan juga untuk kaum muslimin secara umum”.

Menjelaskan kesalahan itu adalah bagian dari nasehat bagi umat seluruhnya. Adapun menyembunyikannya adalah menyelisihi prinsip nasehat.

Sumber: al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As-ilah al-Manahij al-Jadidah, soal no. 60, hlm. 120-121.

Alih Bahasa: Abu Utbah Miqdad hafizhahullaah.

WA Forum Riyadhul Jannah Wonogiri.

TINGGALKAN SIKAP TA’ASHSHUB WALAUPUN KEPADA GURU YANG KAMU CINTAI.

*BAGAIMANAKAH KRITERIA DALAM MEREALISASIKAN KAEDAH “SETIAP UCAPAN ORANG BISA DITERIMA DAN BISA DITOLAK” ?*

Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiry حفظه الله تعالى

Soal:

“Bagaimanakah kriteria dalam mengamalkan kaedah [setiap ucapan orang bisa diterima dan bisa ditolak] ? Karena sebagian orang-orang yang menyimpang menjadikannya sebagai dalil untuk membantah nasehat para Ulama dan sekaligus untuk menerima argumentasinya tokoh-tokoh yang menyimpang !

Jawab:

“Ini merupakan kaedah yang umum, dan terkhususkan dengan kaedah yang diterangkan oleh para Ulama terdahulu. Diantaranya adalah penuturan al-Imam Malik rahimahullah seusai mengajar, ” Setiap ucapan bisa diterima dan bisa juga ditolak, kecuali ucapan orang yang makamnya ada disini, yaitu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam…[1]..

Demikian pula para Tokoh diantara Ulamanya Tabi’in dan Ulama sepeninggal mereka, mereka tidak semata-mata berpegang dengan kaedah umum itu. Tidak sama sekali.

Sebagai bukti rusaknya penggunaan kaedah ini secara umum adalah Para Tokoh Ulama ahlussunnah keseluruhannya sepakat untuk membantah ahlul bid’ah, memperingatkan muslimin dari bid’ah dan para pengusungnya.

Alih bahasa : Ustadz Hamzah bin Rifai La Firlaz hafizhahullah

=======================

?مــا هو الضابــط ::
في العمل بقاعدة (كل يؤخذ من قوله ويرد)؟

❍ سئـل الشـيخ العلامـة /
عبيـد بن عبـدالله بن سليمـان الجابـري
– حفظـــه الله ورعـــاه –

السـ ⇓⇓ ـؤال :
《 السؤال الأول في هذا اللِقاء يقول: شيخنا – جزاكم اللهُ خيرا- ما هو الضابِط في العمل بهذه القاعدة: “كُلُّ أَحَدٍ يُؤْخَذُ مِنْ قَوْلِهِ وَيَرُدُّ” حيثُ جعلَ منها المخالفون سببًا لردّ كلام أهل العلِم وكذلك للأخذِ من المُخالِفين 》؟..

فأجـ ⇓⇓ ـاب حفظــه الله :
هذه مُطلَقــة وتقيدُهــا فيما جاءَ عن الأئمــة، ومن ذلكم قولُ الإمام مالِك- رحمهُ الله- كلما فرِغَ من درسهِ: “كل الكلام مقبــول و مــردود الا كلام صاحب هذا القبــر”
يعني رسُولُ اللَّه – صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم- وكذلِكَ أئمة التابعين ومن بعدهم ليسوا على هذا الإطلاق؛ لا، ويدلُّ على فساد استعمال هذه القاعدة على الإطلاق أنَّ أئمة أهل السُنة مجمعون على ردّ البِــدع والتحذيــرِ منها ومن أهلها. نعم.

ــــــ ❁ ❁ــــــ❁ ❁ ــــــــ

? للإستماع أو التحميل للصوتية :
[ http://cutt.us/asz5n ]
✅ قناة منبر السلف الصالح ::
منهجنا الكتاب والسنة بفهم سلف الأمة
[ http://koo.re/BVyt3 ]
️ــــــ ✵✵ ــــــ ✵✵ــــــ
✅ قناة السلف الصالح ::
منهجنا الكتاب والسنة بفهم سلف الأمة
[ http://koo.re/DPRus ]
انشر وفقك الله لطاعته .

—————————–
Catatan kaki :
[1]…jika fatwa ulama tersebut sesuai dan sejalan dengan ayat dan hadits, ijma’ salafus sholih, maka fatwa tersebut diterima, NAMUN jika sebaliknya maka fatwa tersebut boleh kita menolaknya dengan adab dan tidak termasuk mencelah dan Menjatuhkan ulama tersebut, na’am.

BAGAIMANAKAH KRITERIA DALAM MEREALISASIKAN KAEDAH “SETIAP UCAPAN ORANG BISA DITERIMA DAN BISA DITOLAK” ?

Semoga bermanfaat wabarakallaahu fiikum.