~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berkata Al Hafidz Abu Ishaq  Al Habbal rahimahullah :
Pernah suatu hari di rumah Abu Nashr As Sijziy (Ubaidillah bin Said).Tiba – tiba ada yang mengetuk pintu rumah beliau, aku berdiri dan segera membukakan pintu.
💰Seorang wanita yang didepan pintu Abu Nashr segera masuk dan mengeluarkan satu kantong plastik yang didalamnya terdapat seribu dinar kemudian diletakkan di hadapan Syaikh ( Abu Nashr )
Wanita itu pun mengatakan : Infaqkanlah harta tersebut sebagaimana yang engkau lihat !
Apa maksudmu  ? 

Ujar Abu Nashr 
” Nikahkanlah aku dengan harta tersebut dan aku tidak membutuhkan harta, aku hanya ingin berkhidmat kepadamu !” 
👉🏼Al Imam Abu Nashr memerintahkan kepadanya untuk mengambil kembali kantong plastik dan segera meninggalkan dari rumah beliau
✏Ketika telah pergi, berkatalah Al Imam Abu Nashr : 
Aku keluar dari kota Sijistan dengan niat menuntut ilmu, dan kalau saja aku menikah maka gugurlah niat tersebut. Dan tidaklah aku mendahulukan sesuatu pun  dari pahala menuntut ilmu
*✍🏼Berkata Al Hafidz Adz Dzahabi rahimahullah :*
Seakan – akan yg dia ( Abu Nashr ) maksudkan adalah barang siapa yg menikah karena harta maka akan berkurang pahalanya, berbeda dengan seseorang yg menikah seperti pada umumnya ( bukan faktor harta – pent) maka hal itu lebih mulia, dikarenakan tidak menjadikan jelek usahanya dalam menuntut ilmu *bahkan dengan menikah, ia telah mengamalkan kandungan ilmu tersebut.*
Akan tetapi dia ( Abu Nashr ) saat itu adalah orang asing dan takut dengan kemiskinan yg akan membuatnya jauh dari usahanya untuk menuntut ilmu ( sehingga ia menolak tawaran menikah wanita tersebut – pent ).
 (📚Siyar A’ lamin Nubaala : 17 / 656 )

WA Ma’ had Nurus Sunn@h Tegal

Bagikan Komentarmu