🔥 MENGAPA DAKWAH AHLUS SUNNAH SALAFIYYUN BANYAK YANG MEMBENCINYA?! 🔥

Al-Allamah asy-Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

“Seandainya bukan karena kejahatan dalam berselisih, niscaya engkau akan melihat mayoritas kaum muslimin akan berpegang teguh dengan manhaj (metode beragama) yang diletakkan oleh Allah dan mengikuti jejak orang-orang yang beriman dari kalangan pendahulu mereka yang shalih.”

📖 Majmu’ ar-Rasail, 1/228

———————————————–
Orang-orang yang membenci Islam yang murni yang dibawa oleh Ahlus Sunnah berusaha menjauhkan manusia dari kebenaran dengan menebar fitnah, kedustaan, pencemaran nama baik, pemutarbalikan fakta, dan menyematkan gelar-gelar yang buruk kepada Ahlus Sunnah Salafiyyun seperti “Wahhabi” dan Salafy Takfiri dan cara-cara tidak sportif yang semisalnya.

Padahal Ahlus Sunnah Salafiyyun hanya mengikuti Sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam 1000 tahun lebih sebelum asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah lahir dan beliau ini tidak membawa ajaran baru.

Demikian juga Salafy bukanlah Takfiri atau punya pemahaman gampang mengkafirkan sesama muslim, dan Takfiri bukan Salafy.

Betapapun Ahlus Sunnah Salafiyyun telah menjelaskan dan menyebarluaskan penjelasan mereka bahwa diantara prinsip pokok mereka adalah mendengar dan mentaati pemerintah walaupun pemerintah tidak adil dan tidak berhukum dengan syariat Islam, dan mereka juga memerangi radikalisme dan terorisme, namun tetap saja mereka dicurigai karena adanya fitnah-fitnah yang keji terhadap mereka dari orang-orang yang katanya mengajak untuk memerangi hoaks.

Seandainya orang-orang yang curiga dan membenci Ahlus Sunnah itu mau bersikap adil, obyektif, sportif, menggali fakta-fakta yang sebenarnya tentang dakwah Salafiyyah dan tidak membangun opini atau image negatif tanpa data ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan, niscaya mereka akan melihat bahwa dakwah Ahlus Sunnah adalah mengajak kepada kedamaian, kasih sayang, toleransi dengan makna yang benar, dan semua kebaikan. Sehingga kalaupun kalaupun mereka belum mampu mengikuti Sunnah Nabi Muhammad dengan jujur, minimal mereka tidak menghalangi orang lain darinya dan tidak membencinya.

Tetapi memang demikianlah sunnatullah bahwa orang-orang yang jujur mengikuti kebenaran itu memang sedikit, namun itu semua tidak akan merugikan mereka sedikitpun, karena tujuan mereka adalah keselamatan di akhirat, bukan dunia yang rendah, hina, fana, dan sementara ini yang telah banyak menipu kebanyakan manusia.

Allah selalu menyempurnakan cahaya-Nya walaupun banyak manusia yang tidak menyukainya.

Yaa Allah, berikanlah kami kekokohan, keikhlasan, dan pertolongan, dan janganlah engkau sesatkan kami setelah Engkau beri petunjuk, sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu yang banyak kezhaliman dan penuh kelemahan…

(pent)

https://t.me/jujurlahselamanya/1505