Pertanyaan kedua dari fatwa no. 17550

Soal:
Apakah benar (pendapat) bahwa menghadapkan sembelihan ke arah kiblat dan menyembelih di bawah tenggorokan merupakan syarat dari sekian syarat halalnya sembelihan, dan apabila tidak terpenuhi dua syarat itu maka hewan tersebut tergolong bangkai yang tidak boleh dimakan?

_____________

Jawaban:
Menghadapkan sembelihan ke kiblat saat penyembelihan -bukanlah termasuk syarat sahnya penyembelihan. Hal itu hanyalah sunnah.

Dan yang sunnah pula adalah menyembelih kambing dan sapi pada al-halq (tenggorokan). Dan tempat menyembelih onta adalah pada labbah (batang leher bagian bawah). Dan harus terputusnya al-mari’ (saluran makan dan minum) dan hulqum (tempat pernafasan) supaya sahnya sembelihan. Dan apabila terputus pula bersama keduanya (al-mari’ dan al-hulqum) Al-Wadjain (dua urat tebal yang meliputi tenggorokan) atau salah satu dari al-wadjan tersebut maka itu lebih sempurna dan lebih berhati-hati.

Wabillأ£hit Taufأ­q washallallأ£hu ‘alأ£ Nabiyyinأ£ Muhammad wa ‘alأ£ أ£lihأ­ wa shohbihأ­ wasallam

Al-Lajnah Ad-Dأ£’imah lil Buhأ؛s wal Iftأ£’

Ketua : Abdul Azأ­z bin Bأ£z
Anggota : Abdullah bin Ghudayyan
Shaleh bin Fauzan
Abdul Aziz Alu Syaikh
Bakr Abu Zaid
————–
Sumber
Judul Kitab:
Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah
Urutan jilid/Pembahasan/Halaman:
22/Adz Dzakah Washoid/479

Penyusun:
Syeikh Ahmad bin Abdurrozأ£q ad Duwaisy
Pustaka Darul ‘Ashomah
——————

Alih bahasa:
Abu Dawud al Pasimiy

Bagikan Komentarmu