بسم الله الرحمن الرحيم

MENJAUHI ATAU MENDATANGI MASJID KETIKA ADA WABAH?

(Telaah ringkas terhadap kesahihan hadis dan ucapan ulama salaf yang banyak beredar di masyarakat)

1⃣ Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.

“Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.”

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

2⃣ Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

“Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.”

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

3⃣ Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: ” إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ ”

Allah عز وجل berfirman: “Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.”

Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2946].

4⃣ Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

“إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ”

“Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.”

Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: “Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)”.

5⃣ Al-Imam al-Sya’bi, ulama salaf dari generasi tabi’in, رحمه الله تعالى berkata:

“كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ ”

“Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid”.

Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Bagaimana keshahihan hadis dan ucapan ulama salaf diatas, berikut penjelasannya: 📝 PENJELASAN

1⃣ Adapun hadis

إن الله إذا أنزل عاهة من السماء على أهل الأرض صرفت عن عمار المساجد

“Sesungguhnya apabila Allah menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi niscaya orang yang memakmurkan masjid akan dihindarkan.”

Hadis ini disebutkan oleh al-Imam ahli hadis al-Albani rahimahullah didalam kitabnya al-Dhaifah 1851 bahwa hadisnya DHAIF (lemah).

2⃣ Adapun hadis

إذا أراد الله بقوم عاهة نظر إلى أهل المساجد فصرف عنهم

“Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat orang-orang yang meramaikan masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.”

Hadis ini disebutkan oleh al-Imam al-Albani di dalam Dhaif al-Jami’ 345 bahwa sanadnya DHAIF (lemah).

3⃣ Adapun hadis

إن الله تعالى يقول : إني لأهم بأهل الأرض عذابا فإذا نظرت إلى عمار بيوتي والمتحابين في والمستغفرين بالأسحار صرفت عذابي عنهم.

“Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman, ‘sesungguhnya ketika aku berkeinginan menimpakan azab terhadap penduduk bumi maka aku akan melihat kepada orang-orang yang memakmurkan rumahku dan yang saling mencintai karenaKu serta yang beristigfar diwaktu sahur, maka aku jauhkan azab itu dari mereka.”

Al-Imam al-Albani rahimahullah berkata di dalam Dhaif al-Jami’ 1751, sanadnya DHAIF JIDDAN (lemah sekali).

4⃣ Adapun hadis

إذا عاهة من السماء أنزلت صرفت عن عمار المساجد

“Apabila bencana turun dari langit maka akan dihindarkanp orang yang memakmurkan masjid-masjid.”

Al-Imam al-Albani rahimahullah berkata di dalam kitabnya Dhaif al-Jami’ 593, DHAIF (lemah).

5⃣ Adapun ucapan yang mereka nukil dari Asy-Sa’bi rahimahullah

كانوا إذا فرغوا من شيء أتوا المساجد

Jika seandainya shahih sama sekali tidak ada hubungannya, terjemahan yang benar tidak sebagaimana yang tertera, terjemahan yang benar adalah

“Dahulu mereka (para sahabat) apabila selesai dari mengerjakan sesuatu, mereka mendatangi masjid-masjid.”

Sehingga nukilan-nukilan diatas tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, oleh karena itu tatkala wabah melanda umat bukan perkara yang tercela tatkala seseorang dibutuhkan untuk meninggalkan masjid atau tempat keramaian yang lain sebagai bentuk ikhtiar dalam menjaga keselamatan diri sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لا يورد الممرص على مصحح

“Jangan membaurkan hewan yang sakit dan hewan yang sehat”. (HR. Muslim 2221).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إذا سمعتم به في أرض فلا تقدموا عليه وإذا وقع وأنتم فيها فلا تخرجوا فرارا منه

“Jika kalian mendengar di suatu negeri ada wabah maka jangan kalian mendatanginya, dan jika terjadi ditempat yang kalian ada disana maka jangan keluar dari daerah tersebut untuk lari darinya.” (HR. Al-Bukhari, no 5729)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

فر من المجذوم كما تفر من الأسد

“Larilah dari orang yang terkena penyakit kusta seperti larimu dari singa.” (HR. Al-Bukhari, no 5707)

Inilah yang semestinya dilakukan setiap muslim, menjauhi sebab tertularnya penyakit tersebut seperti tempat keramaian dan sebab-sebab lainnya, disertai dengan meyakini bahwa tidaklah tertular penyakit tersebut secara sendirinya, tertularnya dengan izin Allah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
لا عدوى

“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya (tidaklah terjadi melainkan dengan izin Allah).” (HR. Al-Bukhari, no 5717).

Barakallahu fiikum.

📝 Faedah dari al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman hafizhahullah

🏡 Majmu’ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja

▫▫▫▫▫