lanjutan…

Bila yang Salah adalah Pihak Istri

Pernah pula muncul permasalahan lain terkait perselisihan istri dengan ibu mertuanya.

Si suami berkata, “Istri saya kerap bertikai dengan ibu saya, sampai-sampai ibu saya menghendaki saya menceraikannya. Saya berada dalam kebimbangan antara memenuhi keinginan ibu saya ataukah keadaan anak-anak saya kelak bila sampai saya bercerai dengan ibu mereka (istri saya). Saya sendiri, alhamdulilah, adalah pemuda yang berpegang dengan agama. Saya tidak ingin membuat Allah subhanahu wata’ala murka dengan menceraikan istri saya, ataupun membuat marah ibu saya yang Allah subhanahu wata’ala telah memerintahkan saya untuk menaatinya.

Saya pernah membaca sebuah hadits dari Abdullah ibnu Umar yang maknanya, ‘Ibnu Umar memiliki seorang istri yang dicintainya namun ibunya menginginkan agar dia menceraikan istrinya. Ibnu Umar pun pergi menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka beliau memerintahkannya agar menceraikan istrinya.’ Oleh karena itu, kami mengharapkan jawaban atas permasalahan ini. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberi balasan kepada Anda.”

✔Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab sebagai berikut:

✏1. Kejadian Ibnu Umar itu bukan bersama ibunya, tetapi dengan ayahnya, Umar ibnul Khaththab.

✏Masalah yang Anda sebutkan tentang keadaan istri Anda bersama ibu Anda, yaitu istri Anda sering bertikai dengan ibu Anda dan ibu Anda menuntut Anda agar menceraikannya, yang tampak dari pernyataan Anda bahwa istri Andalah yang menyakiti ibu Anda.
✋Kalau seperti itu, tentunya tidak boleh Anda membiarkan istri Anda melakukannya.
Apabila Anda bisa menasihatinya dan mencegahnya dari memusuhi ibu Anda, serta memperbaiki hubungan ibu Anda dan istri Anda, itulah yang semestinya Anda lakukan.
Jangan terburu-buru memutuskan untuk bercerai.

Atau, bila mungkin Anda menempatkan istri Anda di rumah yang berbeda dengan ibu Anda, ini juga jalan keluar yang lain.

Akan tetapi, bila semua saran yang disebutkan di sini tidak dapat Anda lakukan, sedangkan istri Anda tetap berlaku buruk terhadap ibu Anda dan membencinya, tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari perceraian dalam rangka menaati ibu Anda dan menghilangkan kemudaratan darinya.

✅Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah subhanahu wata’ala, niscaya akan Allah subhanahu wata’ala menggantinya dengan yang lebih baik.

✅Bagaimana pun keadaannya, upayakanlah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada semampu Anda.

✔Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala memperbaiki urusan Anda. Jangan Anda jadikan talak sebagai jalan keluar, melainkan alternatif terakhir jika Anda sudah tidak mampu mencari penyelesaian yang lain.
(al-Muntaqa min Fatawa asy-Syaikh al-Fauzan, 3/67)

sumber: http://asysyariah.com/menyelesaikan-perselisihan-keluarga/

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
syarhus sunnah lin nisaa`

〰〰〰〰〰〰〰〰

Bagikan Komentarmu