Pertanyaan kedua dari fatwa no. 15858

Soal:
Jika seseorang menyembelih hewan sembelihan dengan cara yang syar’i, namun ketika proses pengulitan didapati ada janin di dalam perut hewan tersebut. Apakah sembelihan tersebut boleh dimakan ataukah tidak? Pertanyaan saya bukan tentang hukum janinnya, akan tetapi tentang induknya yang telah disembelih berdasarkan cara yang syar’i? Berilah kami faidah.

_____________

Jawaban:
Adanya janin di dalam perut induknya setelah (induknya tersebut) disembelih dengan cara yang syar’i -tidaklah merubah kehalalannya sedikitpun. Dan janin yang didapati di perut induknya tersebut juga halal. Sebab penyembelihan induknya dihukumi juga sebagai penyembelihan untuk anaknya.

Wabillأ£hit Taufأ­q washallallأ£hu ‘alأ£ Nabiyyinأ£ Muhammad wa ‘alأ£ أ£lihأ­ wa shohbihأ­ wasallam

Al-Lajnah Ad-Dأ£’imah lil Buhأ؛s wal Iftأ£’

Ketua : Abdul Azأ­z bin Abdillأ£h bin Bأ£z
Anggota : Shalih bin Fauzan al Fauzan
Abdul Aziz Alu Syaikh
Bakr Abu Zaid

————–
Sumber
Judul Kitab:
Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah
Urutan jilid/Pembahasan/Halaman:
22/Adz Dzakat Washoid/381

Penyusun:
Syeikh Ahmad bin Abdurrozأ£q ad Duwaisy
Pustaka Darul ‘Ashomah
——————

Alih bahasa:
Abu Dawud al Pasimiy

————

Bagikan Komentarmu