📖 اتباع السنة 📚
🌍 https://t.me/ittibau

*Kajian Utama*

🏵🏆 *MEREKA ADALAH TELADAN DALAM KESABARAN* 🏆🏵

✍🏻 *Al-Ustadz Ruwaifi’ Bin Sulaimi, Lc حفظه الله تعالى*

Di antara hamba Allah سبحانه وتعالى *ada orang-orang yang bersabar kala ujian dan cobaan menerpa. Mereka adalah para rasul yang mulia dan orang-orang yang meniti jejak mereka dengan sebaik-baiknya.*

Kisah-kisah mereka ada yang Allah سبحانه وتعالى abadikan dalam Kitab Suci al-Qur’an *sebagai pengajaran dan teladan terbaik bagi umat manusia.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

_“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu *terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya* dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”_ *(Yusuf: 111)*

Dengan merenungi kisah-kisah mereka, *akan terhunjam kesabaran dalam jiwa dan bersemi bunga-bunganya dalam kehidupan.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

_“Dan semua kisah dari para rasul itu Kami ceritakan kepadamu, ialah *kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu;* dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran, dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”_
*(Hud: 120)*

Di antara para rasul yang menjadi teladan dalam kesabaran adalah *yang bergelar Ulul Azmi (orang-orang yang mempunyai keteguhan hati).* Tidak hanya teladan bagi kaum muslimin, *Rasulullah ﷺ pun diperintahkan oleh Allah untuk meneladani kesabaran mereka.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ

_“Maka bersabarlah kamu seperti kesabaran orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari para rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.”_
*(al-Ahqaf: 35)*

Al-Imam Ibnu Katsir رحمه الله ketika menafsirkan ayat di atas menyebutkan *bahwa pendapat yang paling masyhur tentang para rasul Ulul Azmi itu adalah Nabi Nuh عليه السلام, Nabi Ibrahim عليه السلام, Nabi Musa عليه السلام, Nabi Isa عليه السلام, dan Nabi Muhammad ﷺ*
_(Tafsir al-Qur’an al-Azhim)_

Terkait kesabaran para rasul Ulul Azmi selain Nabi Muhammad ﷺ, sungguh telah disebutkan secara rinci oleh Allah سبحانه وتعالى dalam banyak ayat al-Qur’an. Simaklah sepenggal dari kisah mereka berikut ini.

*Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama* yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى di muka bumi ini. Beliau *berdakwah di tengah-tengah kaumnya selama 950 tahun. Tiada yang menyambut dakwah beliau itu kecuali sedikit dari mereka.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

_“Dan tidaklah beriman bersamanya (Nuh) kecuali sedikit.”_ *(Hud: 40)*

Mayoritas mereka sangat kuat penentangannya terhadap Nabi Nuh عليه السلام. Waktu yang sangat panjang, bukti-bukti kebenaran yang cukup banyak, dan pendekatan yang maksimal telah ditempuh oleh beliau. *Namun, sambutan mereka hanyalah penentangan dan permusuhan belaka.* Dengan sombong mereka mengancam,

لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ

_“Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti, hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.”_ *(asy-Syu’ara: 116)*

Permusuhan mereka yang keras itu dapat pula dilihat dari keluh kesah Nabi Nuh عليه السلام kepada Allah سبحانه وتعالى,

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا (٥) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا (٦) وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (٧)

_“Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. *Seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).* Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, *mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya)* dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.”_ *(Nuh: 5—7)*

Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap bersabar dalam dakwahnya meskipun badai permusuhan dari kaumnya menerpa dengan dahsyat. Karena itu, Allah سبحانه وتعالى memuliakan beliau dan membinasakan musuh-musuhnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ

_“Lalu mereka mendustakan Nuh, *maka Kami selamatkan Dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.* Perhatikanlah bagaimana kesesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.”_ *(Yunus: 73)*

Adapun *Nabi Ibrahim عليه السلام, beliau adalah ayah para nabi setelahnya _(abul anbiya’)._ Beliau benar-benar diberi ujian dan cobaan yang sangat besar. Hampir sepanjang hidupnya dipenuhi oleh ujian dan cobaan yang sangat berat. Namun, beliau dapat menjalaninya dengan penuh kesabaran.* Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

_“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji oleh Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, *‘Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.’* Ibrahim berkata, *‘(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.’* Allah berfirman, *‘Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim’.”*_
*(al-Baqarah: 124)*

Dalam kehidupan beragama, *dakwah tauhid yang beliau lakukan ditentang keras oleh ayah beliau sendiri.* Tak luput pula penentangan dari kaumnya yang didukung oleh sang raja, penguasa saat itu. Terjadilah kesepakatan mereka untuk membakar beliau hidup-hidup dengan tumpukan kayu bakar yang menggunung. Beliau ditangkap dan digiring oleh massa menuju tumpukan kayu bakar yang tengah menyala-nyala.

*Beliau tetap tegar dan bersabar atas semua itu* hingga dilemparkanlah tubuh beliau ke dalam kobaran api yang sangat dahsyat itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ (٦٨) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ (٦٩) وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ (.٧) وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ (٧١)

_“Mereka berkata, ‘Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak.’ Kami berfirman, *‘Hai api menjadi dinginlah,* dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’ Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia (negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina, -pen.).”_
*(al-Anbiya’: 68—71)*

Dalam kehidupan rumah tangga, *beliau diuji dengan hampanya keturunan* dalam waktu yang cukup lama. Manakala dikaruniai keturunan seorang anak lelaki dari istri beliau, Hajar , yang dinantikan itu, Allah سبحانه وتعالى menguji beliau agar menempatkan si buah hati, Ismail, dan ibunya di Makkah, lembah yang kering kerontang dan tak berpenghuni kala itu. *Dengan penuh kesabaran, beliau jalani ujian tersebut.*

Waktu berjalan, Ismail si buah hati pun tumbuh berkembang menyejukkan siapa saja yang memandangnya. Kemudian datanglah ujian berikutnya dari Allah سبحانه وتعالى agar menyembelih si buah hati. _سبحا ن الله,_ dengan penuh kesabaran ujian yang sangat berat itu beliau jalani. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (١.٣) وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَاهِيمُ (١.٤) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِين (١.٥) إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (١.٦) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (١.٧) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (١.٨) سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ (١.٩)

_“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),_ *_(nyatalah kesabaran keduanya)._* _Kami panggillah dia, ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik._

*_Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar._* _Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’.”_
*(ash- Shaffat: 103—109)*

🔽⬇⏬ *bersambung, إن شآء الله* …