📖 اتباع السنة 📚
🌍 https://t.me/ittibau

*Kajian Utama*

🏵🏆 *MEREKA ADALAH TELADAN DALAM KESABARAN* 🏆🏵

✍🏻 *Al-Ustadz Ruwaifi’ Bin Sulaimi, Lc حفظه الله تعالى*

*bagian 2 (sambungan)*

Adapun Nabi Musa عليه السلام, kisah kesabaran dan ketegaran beliau di atas kebenaran telah diabadikan dalam beberapa surat al-Qur’an. Beliau yang berasal dari bani Israil *diutus oleh Allah سبحانه وتعالى untuk menyampaikan dakwah tauhid kepada Fir’aun, Raja Mesir* yang sangat kejam, diktator, *dan sangat benci kepada bani Israil.*

*Para wanita bani Israil diperlakukan secara tak senonoh, bayi-bayi mereka disembelih secara massal,* sedangkan kaum lelakinya dijadikan budak. Kendati demikian, *beliau jalankan tugas kerasulan dengan penuh kesabaran.* Dakwah tauhid beliau sampaikan kepada Fir’aun dengan segala risikonya. *Hari-harinya dipenuhi dengan ketegangan,* berhadapan dengan Fir’aun dan bala tentaranya. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ (٦١) قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ (٦٢) فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ (٦٣) وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ (٦٤) وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ (٦٥) ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ (٦٦)

_“Setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab, *‘Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Rabb-ku bersamaku,* kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa,_

*_‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar._* _Di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain (Fir’aun dan bala tentaranya, -pen.). Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya semuanya dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”_ *(asy-Syu’ara’: 61—66)*

Seiring dengan kejamnya musuh yang dihadapi, *Nabi Musa عليه السلام harus menghadapi umatnya yang sangat bandel dan sulit diatur.* Berbagai gangguan, ungkapan kekecewaan, dan pembangkangan seringkali mereka tujukan kepada beliau. Namun, *semua itu beliau hadapi dengan penuh kesabaran.* Di antaranya adalah sebagaimana dalam firman Allah سبحانه وتعالى,

قَالُوا أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِن بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

_“Kaum Musa berkata, ‘Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang.’ Musa menjawab, ‘Mudah-mudahan Allah membinasakan musuh kalian *dan menjadikan kalian khalifah di bumi(Nya),* maka Allah akan melihat bagaimana perbuatan kalian’.”_
*(al-A’raf: 129)*

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَدًا مَّا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

_“Mereka berkata, ‘Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya. Karena itu, pergilah kamu bersama Rabbmu dan berperanglah kamu berdua, *sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja’.”*_
*(al-Maidah: 24)*

Kesabaran Nabi Musa عليه السلام terhadap gangguan dan pembangkangan umatnya telah diakui oleh Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ bersabda,

رَحِمَ اللهُ مُوسَى، قَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ

*_“Semoga Allah سبحانه وتعالى merahmati Nabi Musa عليه السلام, sungguh telah disakiti lebih banyak dari ini, namun beliau bersabar.”_* *(HR. al-Bukhari* no. 4336 dan 6059, dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه)

*Adapun Nabi Isa عليه السلام, beliau diutus oleh Allah سبحانه وتعالى kepada bani Israil untuk memperingatkan mereka yang telah menyimpang dari agama Nabi Musa عليه السلام. Mereka telah apriori terhadap keabsahan nasab beliau. Klaim sebagai anak zina pun mereka tujukan kepada beliau.*

Sudah tentu, seseorang yang tersisihkan dari kaumnya karena sebuah klaim nista (walaupun dusta), amat berat baginya *secara psikis untuk tampil sebagai pegiat dakwah* yang mengajak mereka kepada kebenaran dan memperingatkan mereka dari segala penyimpangan yang ada. Namun, tugas kerasulan yang mulia itu beliau jalani dengan penuh ketaatan dan kesungguhan. Beliau pun bersabar atas segala permusuhan dan cercaan kaumnya.
Dengan itulah, Allah سبحانه وتعالى mengaruniakan mukjizat dan kenikmatan yang besar kepada beliau. Allah سبحانه وتعالى berfirman (yang artinya),

_“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus,_ *_kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa;_* _dan (ingatlah) di waktu aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) *di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku.*_

_Dan (ingatlah) di waktu kamu *menyembuhkan orang yang dilahirkan dalam keadaan buta dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku,* dan (ingatlah) *di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku,* dan (ingatlah) di waktu aku menghalangi bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata, *‘Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata’.”*_ *(al-Maidah: 110)*

Demikianlah para rasul Ulul Azmi yang mulia. *Karena itu, Allah سبحانه وتعالى mengabadikan nama sebagian mereka sebagai nama surat al-Qur’an, seperti surat Ibrahim dan surat Nuh.* Sebagaimana pula Allah سبحانه وتعالى mengabadikan nama Nabi Muhammad ﷺ untuk sebuah surat al-Qur’an, yaitu surat Muhammad.

Sejauh manakah Nabi Muhammad ﷺ dalam meneladani kesabaran para rasul Ulul Azmi sebelum beliau itu, sehingga beliau ﷺ termasuk dari mereka, bahkan menjadi yang paling mulia di antara mereka❓

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله berkata, “Nabi Muhammad ﷺ pun menjalankan perintah Rabbnya (meneladani kesabaran para rasul Ulul Azmi). *Beliau ﷺ bersabar dengan kesabaran yang belum pernah dicapai oleh seorang nabi pun sebelumnya.* Ketika para musuh menggalang perlawanan terhadap beliau ﷺ secara serempak, bersatu padu menghalau dakwah ilallah yang beliau ﷺ lakukan, serta menjalankan segala aksi permusuhan dan penyerangan yang dimampui oleh mereka,

beliau ﷺ tetap tegar di atas perintah Allah سبحانه وتعالى, terus maju menghalau musuh-musuh Allah سبحانه وتعالى, *bersabar atas segala gangguan yang mendera,* hingga akhirnya Allah سبحانه وتعالى mengokohkan beliau ﷺ di muka bumi ini, *memenangkan agamanya atas seluruh agama, dan memenangkan umatnya atas semua umat.”* _(Taisirul Karimirrahman,_ hlm. 784)

Dalam kesempatan lain, ketika menafsirkan surat al-Muddatstsir: 1—7, asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله berkata, “Rasulullah ﷺ bersegera menjalankan perintah Rabbnya. Beliau ﷺ sampaikan peringatan kepada umat manusia. Beliau ﷺ jelaskan kepada mereka semua permasalahan agama dengan ayat-ayat (bukti-bukti) yang nyata.

Beliau ﷺ mengagungkan Allah سبحانه وتعالى dan menyeru umat manusia untuk mengagungkan-Nya. Beliau ﷺ bersihkan segenap amalan yang zahir dan yang batin dari kejelekan. Beliau ﷺ pun berpaling dari segala sesuatu yang dapat menjauhkan diri dari Allah سبحانه وتعالى; *berhala dan para pemujanya, serta kejelekan dan para pelakunya.*

*Beliau ﷺ adalah orang yang paling berjasa bagi umat manusia—* setelah jasa dari Allah سبحانه وتعالى—tanpa menuntut pamrih dan balasan dari mereka. *Beliau ﷺ ikhlas dalam kesabarannya itu dengan kesabaran yang sempurna; bersabar di atas ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى, bersabar dari perbuatan maksiat, dan bersabar atas segala takdir Allah سبحانه وتعالى yang buruk.*

Tak mengherankan apabila *beliau ﷺ akhirnya mengungguli semua Ulul Azmi dari para rasul. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada mereka semua.”* _(Taisirul Karimirrahman,_ hlm. 895)

*Di antara para rasul selain Ulul Azmi yang juga menjadi teladan dalam kesabaran* adalah:

✔ Nabi Ismail عليه السلام, Nabi Idris عليه السلام, dan Nabi Dzulkifli عليه السلام. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِّنَ الصَّابِرِينَ

_“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang bersabar.”_
*(al- Anbiya’: 85)*

🔽⬇⏬ *bersambung, إن شآء الله* …