🌍 https://t.me/AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia

*Kajian Utama*

🏵🏆 *MEREKA ADALAH TELADAN DALAM KESABARAN* 🏆🏵

✍🏻 *Al-Ustadz Ruwaifi’ Bin Sulaimi, Lc حفظه الله تعالى*

bagian 3 (sambungan) *…SELESAI…*

✔ Nabi Ayyub عليه السلام. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١) ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢) وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (٤٣) وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِب بِّهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)

_“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Rabb-nya, *‘Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.’* (Allah berfirman), *‘Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.’* Kami anugerahkan kepadanya (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran._

*_Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu_* _dan janganlah kamu melanggar sumpah. *Sesungguhnya Kami dapati Dia (Ayyub) seorang yang sabar.* Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabb-nya).”_ *(Shad: 41—44)*

✔ Nabi Yusuf عليه السلام dan ayah beliau, Nabi Ya’qub عليه السلام.
*Surat Yusuf menjadi bukti atas kesabaran mereka.* Nabi Yusuf عليه السلام bersabar atas musibah yang menimpa diri beliau manakala saudara-saudaranya bersepakat untuk membuang beliau ke dalam sumur. Lalu ada sekelompok musafir yang menimba air dari sumur itu dan beliau pun terangkut naik ke atas sumur, hingga dijuallah beliau kepada seorang penguasa negeri Mesir dengan harga yang sangat murah (beberapa dirham saja) layaknya hamba sahaya. *Semua itu beliau hadapi dengan penuh kesabaran.*

Manakala beliau telah tumbuh dewasa di rumah ayah pungutnya yang penguasa itu, *dengan perawakan yang bagus dan wajah yang sangat tampan, ternyata istri sang penguasa itu tergoda dengan kebagusan dan ketampanan beliau.* Ketika tak ada orang lain di dalam rumah itu selain mereka berdua, wanita itu pun menutup rapat-rapat semua pintu, kemudian merayu beliau *untuk melakukan perbuatan yang tak senonoh.*

Dengan petunjuk dari Allah سبحانه وتعالى *beliau mampu menahan diri (bersabar) dari perbuatan maksiat.* Beliau tetap tegar dan tak luluh dengan rayuan wanita bangsawan lagi rupawan itu. Bahkan, beliau lari menuju pintu untuk bisa keluar dari rumah tersebut dan lolos dari jerat-jerat setan. Wanita yang sedang gelap mata itu pun terus memburu beliau dan berhasil menarik baju beliau dari belakang hingga terkoyak.

*Di situlah mereka kepergok oleh suami si wanita yang tak lain adalah penguasa negeri Mesir.* Namun, berkat kepandaian dan kedudukannya, *si wanita berkilah di hadapan suaminya.* Ia menyalahkan Nabi Yusuf عليه السلام dan membenarkan dirinya. *Akhirnya, Nabi Yusuf عليه السلام dijebloskan ke dalam penjara* karenanya.

*Semua itu beliau hadapi dengan penuh kesabaran* seraya mengadukan permasalahannya hanya kepada Allah سبحانه وتعالى. Firman-Nya,

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ (٣٣) فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٣٤) ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّىٰ حِينٍ (٣٥)

_“Yusuf berkata,_ *_‘Wahai Rabb-ku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku,_* _dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.’_ *_Rabbnya pun mengabulkan doa Yusuf_* _dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka._

_Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu (untuk mengesankan bahwa Yusuflah yang bersalah dalam kasus itu).”_ *(Yusuf: 33—35)*

Manakala Nabi Yusuf عليه السلام keluar dari penjara, *Allah سبحانه وتعالى memuliakan beliau hingga dipercaya menduduki jabatan penting di negeri Mesir.*

Dalam kondisi demikian, *dengan segala hikmah-Nya, Allah سبحانه وتعالى mempertemukan beliau dengan saudara-saudara beliau yang dahulu berbuat jahat kepada beliau* (membuang beliau ke dalam sumur). Apakah beliau membalas kejahatan mereka❓ Tidak, beliau memaafkan mereka semua dan tak membalasnya sedikit pun.

Allah سبحانه وتعالى mengabadikan kisah mulia itu di dalam al-Qur’anul Karim,

قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (٨٩) قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (.٩) قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ (٩١) قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (٩٢)

_“Yusuf berkata, ‘Apakah kalian mengetahui (kejelekan) apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kalian tidak mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu❓’ Mereka berkata,_ *_‘Apakah kamu ini benar-benar Yusuf_*❓’ _Yusuf menjawab,_ *_‘Akulah Yusuf_* _dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.’_ *_Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.’_*

_Mereka berkata, *‘Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami,* dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa).’ Dia (Yusuf) berkata, *‘Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian,* mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), dan Dia adalah Dzat Yang Maha Penyayang’.”_ *(Yusuf: 89—92)*

Adapun Nabi Ya’qub عليه السلام, beliau adalah *teladan yang baik dalam hal bersabar atas segala musibah yang menimpa.* Beliau bersabar dan bertawakal manakala seorang putra yang sangat disayanginya, yakni Nabi Yusuf عليه السلام, hilang tak menentu. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

_“Mereka datang membawa baju gamis Yusuf (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata, ‘Sebenarnya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka dari itu, kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). *Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian ceritakan’.”*_ *(Yusuf: 18)*

Setelah beberapa tahun dari “kepergian” Nabi Yusuf عليه السلام, disusul kepergian adik kandung Nabi Yusuf عليه السلام ke negeri Mesir sebagai persyaratan bagi saudara-saudaranya yang lain (anak-anak Nabi Ya’qub عليه السلام) untuk mendapatkan persediaan bahan makanan dari pemerintah negeri Mesir.

*Namun, sang adik ternyata harus ditahan di sana dan tak bisa turut pulang bersama yang lain,* karena tertuduh mengambil piala (gelas minum) raja.

Semua itu dihadapi oleh Nabi Ya’qub عليه السلام *dengan penuh kesabaran.* Beliau tiada berkeluh kesah selain hanya kepada Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman (yang artinya),

_“Ya’qub berkata, ‘Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.’ Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, ‘Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf.’ *Kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).*_

_Mereka berkata, ‘Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf hingga kamu mengidap penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa.’ Ya’qub menjawab, *‘Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada tahu’.”*_ *(Yusuf: 83—86)*

Mahabenar Allah سبحانه وتعالى dengan segala firman-Nya manakala berfirman,

لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ

_“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.”_
*(Yusuf: 7)*

Demikianlah secercah cahaya dari kisah kesabaran para teladan yang mulia. *Semoga menjadi lentera yang menerangi jalan hidup kita dan menjadi titian emas menuju kesabaran.* _Amin…._

🌏📕 *Sumber* ||

Mereka adalah Teladan dalam Kesabaran

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Asy Syariah Edisi 94