โ€‹๐Ÿ’๐Ÿ“Minuman Penduduk Neraka


Penduduk Neraka sangat berharap meminum meski seteguk air. Mereka berteriak meminta air kepada penghuni Surga. Juga meminta makanan Surga jika ada. Namun mereka tidak diberi, karena makanan dan minuman Surga diharamkan bagi penghuni Neraka.


ูˆูŽู†ูŽุงุฏูŽู‰ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูููŠุถููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†


Dan penghuni Neraka memanggil penghuni Surga: Berikanlah kepada kami air atau (makanan) yang Allah rezekikan kepada kalian! Penghuni Surga berkata: Sesungguhnya Allah mengharamkan keduanya (makanan dan minuman Surga) bagi orang-orang kafir (Q.S al-Aโ€™raaf ayat 50)


Bershodaqoh air dalam kehidupan dunia termasuk shodaqoh yang terbaik. Bahkan shodaqoh air minum untuk hewan yang kehausan. Apalagi untuk manusia. 


Al-Imam al-Bukhari menyebutkan hadits Abu Hurairah dalam Shahihnya pada Bab Fadhlu Saqyul Maa-i (Keutamaan Memberi Air) tentang seseorang laki-laki yang memberi minum anjing yang kehausan. Ia berjuang mengambilkan air dari sumur dengan wadah kedua sepatunya. Ia tahan kedua sepatunya yang berisi air itu dengan mulutnya. Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya.


ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ููŽุงุดู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุทูŽุดู ููŽู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ุจูุฆู’ุฑู‹ุง ููŽุดูŽุฑูุจูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ุจููƒูŽู„ู’ุจู ูŠูŽู„ู’ู‡ูŽุซู ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุทูŽุดู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุจููŠ ููŽู…ูŽู„ูŽุฃูŽ ุฎููู‘ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽู‡ู ุจููููŠู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽู‚ููŠูŽ ููŽุณูŽู‚ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจูŽ ููŽุดูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ููŽุบูŽููŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽู‡ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ูƒูŽุจูุฏู ุฑูŽุทู’ุจูŽุฉู ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ



Dari Abu Hurairah โ€“semoga Allah meridhainya- bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ada seorang laki-laki yang kehausan. Ia kemudian turun ke sumur dan meminum airnya. Kemudian ia keluar dari sumur. Ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya sambil memakan tanah yang basah karena kehausan. Laki-laki itu berkata: Anjing ini kehausan seperti aku tadi. Ia pun memenuhi sepatunya (dengan air sumur) yang ia gigit dengan mulutnya (supaya bisa memanjat sumur, pent), kemudian ia naik dari sumur dan memberi minum anjing. Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah dalam (memberi pertolongan pada) hewan kita mendapatkan pahala? Nabi bersabda: Pada setiap (makhluk) yang memiliki limpa basah terdapat pahala (H.R al-Bukhari dan Muslim)


Di Neraka, para penghuni Neraka tidak bisa mendapatkan air segar untuk minum sebagai pelepas dahaga. Justru mereka diberi air yang sangat panas, yang uapnya saja bisa memanggang wajah dan melelehkan kulit wajah. Sungguh itu seburuk-buruk minuman.


…ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบููŠุซููˆุง ูŠูุบูŽุงุซููˆุง ุจูู…ูŽุงุกู ูƒูŽุงู„ู’ู…ูู‡ู’ู„ู ูŠูŽุดู’ูˆููŠ ุงู„ู’ูˆูุฌููˆู‡ูŽ ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฑูŽุงุจู ูˆูŽุณูŽุงุกูŽุชู’ ู…ูุฑู’ุชูŽููŽู‚ู‹ุง


Dan jika mereka meminta air (karena sangat haus), mereka diberi air bagaikan lelehan tembaga panas yang memanggang wajah. Itu adalah seburuk-buruk minuman dan tempat kembali yang terburuk (Q.S al-Kahfi ayat 29)


Jika air itu sudah sampai di usus, akan membuat usus terpotong-potong.


…ูˆูŽุณูู‚ููˆุง ู…ูŽุงุกู‹ ุญูŽู…ููŠู…ู‹ุง ููŽู‚ูŽุทู‘ูŽุนูŽ ุฃูŽู…ู’ุนูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’

…dan mereka diberi minum dengan air yang sangat panas hingga memotong-motong usus mereka (Q.S Muhammad ayat 15)


Selain air yang sangat panas, minuman penghuni Neraka adalah darah, nanah, dan keringat penghuni Neraka yang lain.


Di antara orang-orang yang akan mendapatkan minuman itu adalah para pemabuk (minum-minuman keras, narkoba, dan segala yang memabukkan) dan juga orang yang suka memfitnah (menuduh dengan tuduhan dusta) kepada sesama muslim.


Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:


ูƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ูƒูุฑู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ุนูŽู‡ู’ุฏู‹ุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒูุฑูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ู‚ููŠูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุทููŠู†ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุทููŠู†ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุฑูŽู‚ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽูˆู’ ุนูุตูŽุงุฑูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู


Segala yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memiliki perjanjian bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan, bahwa Allah akan meminumkan untuknya (air) dari Thinatul Khobaal. Para Sahabat bertanya: Apakah Thinatul Khobaal itu? Nabi bersabda: Keringat penduduk Neraka atau perasan (darah dan nanah) penduduk Neraka (H.R Muslim dari Jabir) 


ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุงุตูŽู…ูŽ ูููŠ ุจูŽุงุทูู„ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ูููŠ ุณูŽุฎูŽุทู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู†ู’ุฒูุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฏู’ุบูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ 


Barangsiapa berseteru dalam (membela) kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya. Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan (sisa darah dan nanah) penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) apa yang ia katakan (bertaubat dan minta maaf, pent) (H.R Abu Dawud) 


(dikutip dari buku “Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan”, Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya)


๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก

WA al I’tishom