Muara Dua adalah nama sebuah dusun di desa Panikel, kecamatan Kampung Laut, kabupaten Cilacap, JawaTengah. 
Berkat pertolongan Allah _ta’ala_, berdirilah di dusun tersebut masjid Jami’ Al-Khoir, yang diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, pembinaan, dan bimbingan Islam bagi masyarakat di sekitarnya yang sudah lama menjadi sasaran dan objek kristenisasi.
Pada tahun ini, alhamdulllah Allah _ta’ala_ memberikan kemudahan bagi ma’had As-Salafy Jember untuk kembali mengadakan kegiatan dakwah dan pendidikan di sana yang dikemas dalam bentuk kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan).
Berikut ini penuturan salah satu anggota tim PKL yang menunjukkan betapa butuhnya masyarakat muslimin terhadap sosok yang mampu membimbing dan mengajarkan urusan agama mereka. 
_”Kami dapati anak-anak kecil memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk mengaji. Terbukti beberapa kali anak-anak menanyakan kepada kami (dengan bahasa jawa dan logat ngapaknya yang khas, ed)_
“Kapan ngajine?”


“Mengko ngaji apa ora?”
_Dan setelah kami cek bacaan beberapa dari mereka, kami dapati kemampuan mereka untuk membaca yang terus butuh arahan dan bimbingan. Hanya saja, tenaga pengajar yang kurang mencukupi. Mereka sangat butuh dengan seorang pengajar dan pembimbing untuk urusan agama mereka.”_
Sambut tangan mereka!
Mari bergandeng tangan!
Bantu, sebatas yang Anda mampu!
Sebelum beranjak ke sana, sejenak kita renungkan… 
Bagaimana dengan kita dan putra putri kita di sini? 
Apakah juga memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk mengaji seperti mereka? Sementara kita hidup di lingkungan ma’had yang sarat dengan ilmu. Hampir-hampir tidak ada keluhan tenaga pengajar yang kurang mencukupi seperti di Kampung Laut sana.
Allahul Musta’an. Ya Allah, tolonglah kami untuk bisa mensyukuri nikmat-Mu. 
http://mahad-assalafy.com/2017/01/09/muara-dua-menunggu-uluran-tangan-kita/

Bagikan Komentarmu