​Kajian Islam Lhokseumawe:

✏️📝 PELAJARAN FIKIH UMDATUL AHKAM: HADITS KE DELAPAN BAGIAN 1️⃣

📒Hadits ke-8 dari Kitab ‘Umdatul Ahkam Tentang Shifat Wudhu’ Nabi صلى الله عليه وسلم 
Dari ‘Amru bin Yahya Al-Mazini dari ayahnya ia berkata:
“”Aku menyaksikan ‘Amru bin Abi Hasan bertanya kepada ‘Abdullah bin Zaid tentang bagaimana wudhu’ Rasulullah صلى الله عليه وسلم? 
فَدَعَا بِتَوْرٍ مِنْ مَاءٍ , فَتَوَضَّأَ لَهُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَأَكْفَأَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ التَّوْرِ , فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلاثاً , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثَلاثاً بِثَلاثِ غَرْفَاتٍ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاثاً , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ إلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ , فَمَسَحَ رَأْسَهُ , فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ)) .
Maka ‘Abdullah bin Zaid meminta satu bejana yang berisi air, maka ‘Abdullah bin Zaid mulai mempraktekkan tata cara wudhu’ Rasulullah صلى الله عليه وسلم, 

➖ lalu beliau menuangkan air ke atas kedua tangannya dari air dalam bejana dan membasuh(mencuci) kedua tangannya sebanyak tiga kali, 

➖ kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana (untuk mengambil air) kemudian beliau berkumur-kumur, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), dan beristintsar (mengeluarkan air dari dalam hidung) sebanyak tiga kali dengan tiga kali cidukan, 

➖ kemudian beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam bejana dan membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, 

➖ kemudian beliau memasukkan kedua tangannya (ke dalam bejana) dan membasuh kedua tangannya sampai kedua sikunya sebanyak dua kali (pada riwayat hadits sebelumnya dari ‘Utsman bin ‘Affan mengatakan sebanyak tiga kali,red), 

➖ kemudian beliau memasukkan kedua tangannya (ke dalam bejana) dan beliau mengusapkan kepalanya dengan kedua tangannya yaitu memulai dari arah depan kepala kemudian ke arah belakang kepalanya(tengkuknya) sebanyak satu kali, 

➖ kemudian beliau membasuh kedua kakinya.” 
▶️ (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
✅ Dan dalam riwayat lainnya :
“بَدَأ بِمُقَدَّم رَأسِهِ حَتًى ذَهبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثمَ ردهما حَتَى رجع إِلَى المَكَانِ الذِي بَدَأ مِنْهُ “.

 “Beliau memulai dari arah depan kepalanya, hingga mengusap dengan kedua tangannya hingga ke arah belakang (tengkuknya), kemudian mengembalikan kedua tangannya ke tempat semula(ke arah depannya).”
▶️ (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

💢 HUKUM-HUKUM BERKAITAN TENTANG WUDHU’ :
🔰HUKUM TASMIYAH (Membaca Basmalah ketika Mulai Berwudhu’)
Ada dua pendapat di kalangan para ‘ulama tentang hukum Tasmiyah :
1️⃣ Pendapat pertama mengatakan hukum membaca basmalah ketika berwudhu’ adalah Wajib. 
Ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya dan sebagian pengikutnya.
Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya (no.101) bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ، وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu’ dan tidak ada wudhu’ bagi orang yang tidak menyebutkan nama Allah padanya (yaitu membaca Basmalah).”
🔊 Mereka menyebutkan bahwa penafian dalam hadits ini, yaitu pada kalimat “tidak ada shalat” dan “tidak ada wudhu'” adalah (نفي الصحة) menafikan sahnya shalat dan sahnya wudhu’.
🍃 Atas dasar pendapat ini, seseorang yang sengaja tidak membaca basmalah ketika berwudhu’ maka wudhu’nya batal. Sebagian yang lain tidak membedakan antara meninggalkannya dengan sengaja atau karena lupa. 
▶️ Lihat al-Mughni 1/77
Bersambung Insya Allah…

📝 Faidah dari Majlis Ta’lim Kitab ‘Umdatul Ahkam oleh Ustadz ‘Abdurrahman Rauf حفظه الله pada malam Rabu tanggal 28 Rajab 1438 H/26 April 2017 di Balai Al-Hikmah Gampong Jawa Baru, Lhokseumawe.
#fikih #umdatulahkam #wudhu

•••••••••••••••••••••

📗📗Admin Kajian Islam Lhokseumawe (Abu Umar)

💻📡 Join Telegram t.me/KajianIslamLsm

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌴🌾🌴🌾🌴🌾🌴