​Kajian Islam Lhokseumawe:

✏️📝 PELAJARAN FIKIH UMDATUL AHKAM: TATACARA WUDHU’ NABI BAGIAN 2️⃣

✅ HUKUM MEMBACA BISMILLAH BAGIAN 2 
2️⃣ Pendapat kedua menyatakan tasmiyah adalah sunnah. Ini adalah pendapat jumhur ‘ulama dari Madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki. Zhahiri, dan sebagian madzhab hanbali.

📝Wallahu Ta’ala a’lam tampaknya pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ‘ulama bahwa Tasmiyah hukumnya adalah Sunnah. 
‼️ Namun, tidak sepantasanya seseorang meninggalkan tasmiyah hanya karena berpendapat sunnah, kecuali karena lupa atau berwudhu’ di dalam kamar mandi yang tidak memungkinkan melafalkan bismillah.
🖼 Di antara alasan yang menguatkan pendapat ini adalah :

1️⃣ Bahwa hadits tersebut adalah hadits yang lemah (terjadi pembicaraan di antara para ‘ulama).
🍃 al-Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan,
لَا أَعْلَمُ فِي هَذَا الْبَابِ حَدِيثًا لَهُ إِسْنَادٌ جَيِّدٌ

“Aku tidak mengetahui dalam bab tasmiyah ini ada satu hadits yang memiliki sanad yang bagus.” (Sunan Tirmidzi hal.37)
🍃 Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, 
والإمام أحمد – كما هو معلوم لدى الجميع – من أئمة هذا الشأن ومن حفّاظ هذا الشأن، فإذا قال إنه لم يثبت في هذا الباب شيء، فإن حديثها يبقى في النفس منه شيء، وإذا كان في ثبوته نظر، فإن الإنسان لا يسوغ لنفسه أن يلزم عباد الله بما لم يثبت عن رسوله الله صلى الله عليه وسلم، ولذلك أرى أن التسمية في الوضوء سنة، لكن من ثبت عنده الحديث وجب عليه القول بموجبه، وهو أن التسمية واجبة، لأن قوله ” لا وضوء ” الصحيح أنه نفيٌ للصحة وليس نفياً للكمال.
“Padahal telah diketahui oleh semua orang bahwa al-Imam Ahmad termasuk salah seorang Imam dalam ilmu hadits dan salah seorang yang mencapai puncak hafalan dalam hadits. Apabila beliau mengatakan, ‘tidak ada satu hadits pun kokoh dalam masalah ini’, maka keberadaan hadits tasmiyah menyisakan ganjalan di hati. Apabila penetapan terhadap hadits ini ada pembicaraan tentangnya, maka tidak boleh seseorang mengharuskan/memaksakan orang lain berpegang dengan sesuatu yang tidak pasti datangnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena itulah aku memandang tasmiyah dalam wudhu itu sunnah. 
Akan tetapi, orang yang menetapkan kokohnya hadits tasmiyah ini wajib untuk berpendapat dengan apa yang dikandung oleh hadits tersebut yaitu bahwa tasmiyah ini wajib karena ucapan Nabi: لاَ وُضُوءَ (tidak ada wudhu) yang sahih maknanya adalah menafikan (meniadakan) sahnya wudhu, bukan menafikan kesempurnaan wudhu.” 
▶️ (Majmu‘ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 4/116—117)*

🍃 Al-‘Allamah Asy-Syaikh Ibnu Baz رحمه الله berkata ketika menjawab pertanyaan tentang hukum hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه tersebut :
وهذا الحديث جاء من طرق، وقد حكم جماعة من العلماء أنه غير ثابت، وأنه ضعيف.

“Hadits ini datang dari banyak jalur periwayatan, dan jumhur ‘ulama menghukumi bahwa hadits tersebut tidak Tsabit dan merupakan hadits Dha’if(Lemah).”
▶️ Sumber : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/3340

2️⃣ Kebanyakan shahabat Nabi yang meriwayatkan hadits tentang tata cara wudhu’ Nabi tidak menyebutkan Tasmiyah. 
 Di antaranya hadits shahabat ‘Utsman bin ‘Affan dan ‘Abdullah bin Zaid رضي الله عنهما.

Jika seandainya hukumnya wajib maka mereka akan menyebutkannya karena itu perkara yang penting.
🔵 al-Imam Nawawi rahimahullah berkata,
فالتسمية مستحبة في الوضوء وجميع العبادات وغيرها من الأفعال حتى عند الجماع
“tasmiyah adalah mustahab sebelum berwudhu’, dalam seluruh ibadah dan juga perbuatan-perbuatan lainnya, bahkan ketika hendak jima’ sekali pun.” (al-Majmu’ 1/344)

Wallahu a’lam bish showab…

📝 Faidah dari Majlis Ta’lim Kitab ‘Umdatul Ahkam oleh Ustadz ‘Abdurrahman Rauf حفظه الله pada malam Rabu tanggal 28 Rajab 1438 H/26 April 2017 di Balai Al-Hikmah Gampong Jawa Baru, Lhokseumawe.

▶️ * Penambahan Keterangan Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah dinukil dari Majalah Asy-Syari’ah
#fikih #umdatulahkam #wudhu

•••••••••••••••••••••

📗📗Admin Kajian Islam Lhokseumawe (Abu Umar)

💻📡 Join Telegram t.me/KajianIslamLsm

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌴🌾🌴🌾🌴🌾🌴