*Nubuwwah*


🗡🩸 *PEMBUNUHAN PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN*


✍🏻 *Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالى*


*bagian 2 (sambungan)*


lbnu Hajar رحمه الله dalam *Fathul Bari* juga memaparkan kisah yang disebutkan Al-lmam Al-Bukhari dalam Shahih-nya. Beliau mengatakan, *”Bahwasanya ada perjanjian antara kaum musyrikin dengan Rasulullah ﷺ.* Mereka adalah kelompok yang tidak ikut memerangi beliau. Diceritakan oleh Ibnu Ishaq dari para gurunya, demikian pula oleh Musa bin Uqbah dari Ibnu Syihab, *bahwa yang mengadakan perjanjian dengan beliau adalah Bani Amir yang dipimpin oleh Abu Barra‘ Amir bin Malik bin Ja’far si Pemain Tombak.*


Sedangkan kelompok lain adalah Bani Sulaim. *Amir bin Ath Thufail ingin mengkhianati perjanjian dengan para shahabat Rasulullah ﷺ.* Dia pun menghasut Bani Amir agar memerangi para shahabat. *Namun, Bani Amir menolak. Kata mereka. “Kami tidak akan melanggar jaminan yang diberikan Abu Barra.”* Kemudian dia menghasut Ushayyah dan Dzakwan dari Bani Sulaim. *Mereka pun mengikutinya, membunuh para shahabat.”* Demikian secara ringkas. 


🏰 *PASCA PERISTIWA BI’R MA’UNAH*

Pada saat pembantaian, Amr bin Umayyah Adh-Dhamri dan Al-Mundzir bin Uqbah bin Amir tidak bersama pasukan. Keduanya sedang mengurusi keperluan kaum Muslimin. *Mereka tidak mengetahui peristiwa, melainkan karena adanya burung-burung yang mengitari tempat kejadian.*


Akhirnya kedua shahabat ini melihat kenyataan yang memilukan. *Menyaksikan para utusan berlumuran darah, sementara kuda-kuda mereka masih berdiri.* Berkatalah Al-Mundzir bin Uqbah kepada Amr bin Umayyah, *”Bagaimana pendapatmu* ❓” Amr bin Umayyah berkata, *”Aku berpendapat sebaiknya kita segera menghadap Rasulullah ﷺ dan memberitakan kepada beliau apa yang terjadi.”*


Namun Al-Mundzir bin Uqbah menolak *dan lebih suka turun  menyerang kaum musyrikin. Ia berkata, ”Aku lebih suka terbunuh bersama Al-Mundzir bin Amr di tempat ia terbunuh.”* Kemudian ia menyerang kabilah tersebut *dan gugur terbunuh.*


*Adapun Amr, dia ditawan.*


Namun, ketika dia menyebutkan  bahwa dia berasal dari kabilah Mudhar, *Amir bin Ath Thufail  membebaskannya dan hanya memotong (mencukur) rambut ubun-ubunnya.*


Amr bin Umayyah bergegas pulang ke Madinah. Setibanya di Al-Qarqarah, sekitar 8 burud (sekitar 177 Km) dari Madinah, dia berhenti  berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian datanglah dua laki-laki Bani Kilab dan turut berteduh di  tempat itu juga. *Ketika keduanya tertidur, Amr menyergap mereka dan membunuhnya. Dia beranggapan bahwa ia telah membalas dendam para shahabatnya.*


*Ternyata, keduanya mempunyai ikatan perjanjian dengan Rasulullah ﷺ yang tidak disadarinya.* Setelah tiba di Madinah, *dia ceritakan semuanya kepada Rasulullah ﷺ.* Beliau pun berkata, *”Sungguh kamu membunuh mereka berdua, tentu saya akan tebus keduanya.”5*


🏰 *KARAMAH IBNU FUHAIRAH*

Hisyam bin Urwah meriwayatkan dari Ayahnya, bahwa ketika orang-orang yang pergi ke Bi’r Ma’unah terbunuh, dan Amr bin Umayyah Adh-Dhamri ditawan, Amir bin Ath Thufail bertanya kepada Amr bin Umayyah, ”Siapa orang ini❓” Sambil menunjuk kepada salah seorang yang terbunuh. 


Amr bin Umayyah menjawab, *”lni Amir bin Fuhairah.”*


Amir bin Ath Thufail berkata, *”Sungguh, setelah ia terbunuh, aku melihatnya diangkat ke atas, sehingga berada di antara langit dan bumi. Kemudian diletakkan kembali ke bumi.”*


🏰 *SAMPAINYA BERITA DAN TURUNNYA WAHYU KEPADA RASULULLAH*

Berita tentang musibah yang menimpa satuan dakwah Nabi ﷺ *sampai kepada Rasulullah ﷺ melalui Malaikat Jibril. Berita mereka juga datang dari Amr bin Umayyah Adh Dhamri.* Lalu beliau mengabarkan kematian mereka kepada para shahabat. Beliau ﷺ berkata, *“Shahabat-shahabat kalian telah gugur dan mereka teIah berdoa kepada Allah,*


*”Wahai Rabb kami, beritahukanlah kepada saudara-saudara kami, bahwa kami ridha kepada-Mu dan Engkau ridha kepada kami.”* Maka Rasulullah ﷺ mengabarkan hal tersebut kepada para shahabat. *[H.R. Al Bukhari* dari jalur Hisyam bin Urwah]. 


Dalam Riwayat AI-Imam Al-Baihaqi, lbnu Mas’ud رضي الله عنه menceritakan *bahwa Rasulullah ﷺ mengirim pasukan. Tidak lama kemudian Rasulullah berdiri, memuji Allah, dan berkata, “Saudara-saudara kalian telah berhadapan dengan orang-orang musyrik dan mereka gugur, hingga tidak tersisa seorang pun. Mereka telah berdoa, ‘Wahai Rabb, sampaikan kepada kaum kami bahwa kami telah ridha kepada-Mu dan Engkau telah ridha kepada kami.‘ Aku adalah utusan mereka untuk menyampaikan hal ini kepada kalian. Mereka telah ridha dan Allah meridhai mereka.”*


*Demikianlah syuhada, mereka meninggal, namun sesungguhnya mereka telah meraih kehidupan barzakh yang membahagiakan. Mereka ingin mengabarkan kabar gembira kepada kaum mukminin di dunia akan nikmat yang mereka raih.* Allah سبحانه وتعالى berfirman: 


وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (١٦٩) فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (١٧٠) 


*_”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapat rezeki._* _Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”_ 

*[Q.S. Ali lmran: 169-170].*


🏰 *QUNUT NAZILAH*

Kesedihan sangat tampak pada wajah beliau dengan tragedi Bi’r Ma’unah. Sebagaimana dikisahkan shahabat Anas bin Malik رضي الله عنه dalam riwayat Al-Bukhari. *Belum pernah para shahabat melihat Rasulullah ﷺ begitu berduka dibandingkan ketika mendengar berita ini.*


Dengan sebab kejadian inilah, *kemudian Rasulullah ﷺ melakukan qunut selama sebulan mendoakan kejelekan atas orang-orang yang membunuh shahabat-shahabat qurra‘ di Bi‘r Ma’unah.*


Al-Imam Al-Bukhari menceritakan dari Anas bin Malik رضي الله عنه, *”Rasulullah ﷺ qunut selama satu bulan ketika para qurra‘ itu terbunuh.* Dan aku belum pernah melihat Rasulullah ﷺ begitu berduka dibandingkan ketika kejadian tersebut.” 


Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, *“Rasulullah ﷺ berdoa untuk kehancuran orang-orang yang telah membunuh para shahabat di Bi’r Ma’unah sebanyak tiga puluh kali setiap Shubuh.* Beliau juga

mendoakan untuk kehancuran Bani Ri‘l, Bani Dzakwan, Bani Lihyan, dan Bani Ushayyah, serta orang yang mendustai Allah dan Rasul-Nya.” 

*[H.R. Muslim* No.1085]. 


*Ya Allah, dengan Nama-nama dan Shifat-Mu Aku memohon kepada Mu, kumpulkanlah diri-diri kami bersama dengan Rasul-Mu dan shahabat-shahabat beliau di jannah -Mu. Ampunilah kami sebagaimana Engkau telah mengampuni mereka, dan ridhailah kami sebagaimana Engkau telah meridhai mereka. Amin.*


🏰 *FAEDAH-FAEDAH KISAH* 

*Banyak pelajaran penting dan berharga yang mungkin kita ambil dari peristiwa Bi’r Ma’unah.* Di antara faedah-faedahnya adalah:

 

1⃣ *Rasulullah ﷺ tidak mengetahui perkara ghaib.* Beliau tidak mengetahui sama sekali apa yang akan terjadi atas shahabat Qurra’ di Bi’r Ma’unah. lni di antara pelajaran akidah yang perlu kita tanamkan. *Bahwasannya perkara ghaib hanya di sisi Allah سبحانه وتعالى.*


2⃣ *Wali-wali Allah mendapatkan mushibah sebagai ujian untuk mengangkat derajat mereka* sebagaimana hal ini menimpa para shahabat dalam banyak peristiwa termasuk Bi’r Ma’unah. 


🔽⬇⏬ *bersambung, إن شآء الله* …