🗡🩸 *PEMBUNUHAN PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN*

✍🏻 *Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالى*


bagian 3 (sambungan) *…SELESAI…*


3⃣ *Syuhada, jasad-jasad mereka terluka di dunia namun mereka hidup mendapatkan rezeki* dan kebahagiaan di sisi Rabbul ‘alamin.


4⃣ Kisah ini memberikan pelajaran *agar kaum muslimin selalu waspada terhadap makar dan pengkhianatan kuffar.* Mereka adalah kaum yang terus melakukan upaya penipuan *demi menjebak umat Islam dalam segala aspek kehidupan.*


5⃣ *Telah menjadi sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam akan terus berupaya memadamkan cahaya agama ini.* Tidak saja dengan menghalangi penyebaran dakwah Islam, *bahkan bisa jadi berupaya membunuh para ulama dan dainya.* Seperti makar Amr bin Ath-Thufail membunuh shahabat ahli Al-quran yang Rasulullah ﷺ utus kepada mereka.


6⃣ Keberuntungan dan kebahagiaan yang sesungguhnya adalah meraih keridhaan Allah. Renungkanlah ucapan Haram bin Milhan, *”Allahu Akbar, Fuztu Birabbil Ka’bah,”* saat ajal menjemput. Sungguh, ucapan ini salah satu di antara bukti yang menunjukkan *bagaimana shahabat memahami arti kebahagiaan dan keberuntungan.*


7⃣ Pentingnya dakwah dan pengutusan delegasi dakwah sebagaimana dilakukan Rasulullah ﷺ. *Perang Uhud yang menjadi sebab gugurnya tujuh puluh shahabat tidak menghalangi Rasulullah ﷺ untuk tetap mengutus delegasi* yang berakhir dengan wafatnya para shahabat dalam dua peristiwa, Ar-Rajii’ dan Bi’r Ma’unah. 


8⃣ *Disyariatkan Qunut Nazilah atas mushibah yang menimpa kaum muslimin*


9⃣ Perlu menjadi perhatian *bahwasanya qunut yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ hanyalah qunut nazilah. Itupun beliau lakukan selama satu bulan, mendoakan kejelekan terhadap Bani Libyan, ‘Ushayyah,* dan Iain-lain. *Qunut yang beliau lakukan bukanlah Qunut yang dilakukan terus menerus pada shalat shubuh.* AI-lmam Ahmad dan lainnya meriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه beliau berkata, *”Bahwasanya Nabi ﷺ qunut selama satu bulan lalu meninggalkannya.“6*


🔟 *Kisah Amir bin Fuhairah yang diangkat ke langit di antara bukti bahwa karamah Wali-wali Allah adalah perkara yang ada dan wajib diyakini keberadaannya.*


1⃣1⃣ *Bolehnya bersedih atas mushibah yang menimpa.* Dan sesungguhnya kesedihan tidaklah menafikkan kesabaran sebagaimana kesedihan Rasulullah ﷺ atas peristiwa Bi’r Ma’unah. Bahkan tetesan air mata sekalipun, *sebagaimana Rasulullah ﷺ meneteskan air mata saat kematian putranya, Ibrahim. Yang tercela adalah An-Niyahah, yaitu meratapi mayit dengan ratapan-ratapan jahiliah.*


1⃣2⃣ *Bolehnya mengabarkan kematian saudara muslim,* sebagaimana Rasulullah ﷺ kabarkan wafatnya delegasi beliau. *Rasulullah ﷺ juga mengabarkan kematian Najasyi di hari kematiannya.*


1⃣3⃣ Semua apa yang menimpa kita hendaknya selalu diserahkan dan diadukan kepada Allah Yang Maha Agung. *ltulah yang dilakukan Rasuluiiah ﷺ. Beliau mengadukan semua kepedihan itu kepada Allah dan menyerahkan urusannya kepada Allah. Di antaranya dengan Qunut Nazilah. Demikian yang dilakukan semua Nabi dan Rasul.* Adalah *Nabi Ya’qub ketika cobaan demi cobaan datang mendera beliau mengadukan urusannya kepada Allah سبحانه وتعالى:*


قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ 


_”Ya’qub mengatakan, ‘Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.”_ *[Q.S. Yusuf: 86].*

   

1⃣4⃣ Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap adil dan selalu menetapi perjanjian meskipun kepada musuh. Lihatlah kisah di atas, ketika Amr bin Umayyah Adh-Dhamri membunuh dua orang Bani Kilab, Rasulullah ﷺ bersama kaum Muslimin tetap bertanggungjawab membayar diat (denda). Amr bin Umayyah semula hanya berniat membalas dendam atas terbunuhnya shahabat-shahabat beliau. 


Ternyata yang dia bunuh adalah dua orang dari Bani Kilab yang telah mengadakan perjanjian damai dengan Rasulullah ﷺ di Madinah. *Rasulullah ﷺ tetap bertanggungjawab membayar diatnya.* Semua ini *memberikan tauladan kepada kaum muslimin untuk bersikap adil dan selalu menjaga hak-hak manusia bagaimana pun gentingnya suasana.*


*Catatan Kaki:*

1) Shahih Muslim (3/1511 no. 677)  


2) Sirah Ibnu Hisyam (3/260) dengan sanad Mursal, Ibnu Sa’d dalam Ath-Thabaqat (2/51) tanpa sanad, dan Al-Waqidi (1/346). 


3) Lihat Shahih Al-Bukhari no. 3064.


4) Amir bin Fuhairah رضي الله عنه memiliki jasa andil dalam perjalanan Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Dialah shahabat yang ditugasi Abu Bakar رضي الله عنه untuk mengembalakan kambing di sekitar persembunyian Rasulullah ﷺ untuk menghilangkan jejak.


5) Ibnu Jarir meriwayatkan pula dalam Tarikh-nya (2/81), dan dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad (3/247).


6) Lihat keterangan Ibnul Qayyim tentang masalah ini dalam kitabnya *Zaadul Ma’ad* (1/273-285).


🌏📕 *Sumber* ||

Majalah Qudwah Edisi 07