🌍 https://t.me/AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia

💥🔥❌ *PERBUATAN SYIRIK MENIMPA UMAT*

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْيَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِل ْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١

*Kaum muslimin jama’ah Jum’at yang semoga dirahmati Allah عزوجل,*

Sebagaimana yang kita ketahui, *bahwa tauhid adalah merupakan inti ajaran Islam, yang menjadi seruan utama para Nabi dan Rasul, yang mengantar seorang hamba kepada kebahagiaan hidup di akhirat.* Maka demikian pula sebaliknya, *perbuatan syirik merupakan dosa yang paling besar, yang menyebabkan seorang hamba tertimpa bencana dan kesengsaraan hidup di dunia dan juga di akhirat.* Allah عزوجل berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

*_”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,_* _bagi siapa yang dikehendaki-Nya. *Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”*_ *[Q.S. An Nisaa: 48]*

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

_”Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah AI Masih putera Maryam,’ padahal Al Masih (sendiri) berkata, ‘Hai Bani Israil,sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.‘ *Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,* tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”_
*[Q.S. Al Maidah: 72].*

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

_”Dan sesungguhnya teIah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) yang sebelummu. *Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”*_ *[Q.S. Az Zumar: 65]*

*Menauhidkan Allah عزوجل* adalah menjadikan seluruh jenis ibadah yang dilakukan seorang hamba, *semata-mata hanya untuk Allah عزوجل, tiada sekutu baginya dalam setiap peribadatan tersebut.* lbadah adalah sebuah istilah yang mencakup segala apa yang dicintai dan diridhai Allah عزوجل, baik yang berkaitan dengan hati, ucapan Iisan, dan amalan anggota tubuh.

Dari defnisi ibadah ini jelas bagi kita sekalian, bahwa ibadah itu memiliki cakupan yang sangat Iuas, di antaranya adalah salat, puasa, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada tetangga, berzikir dengan bertasbih, bertahmid, dan bertahlil, mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran, bertutur kata yang baik, memiliki sifat malu, senantiasa menahan amarah, dan masih banyak lagi.

ltu semua merupakan bagian dari macam-macam ibadah, *yang hendaknya seorang hamba melakukan semua itu semata-mata mengharap ridha dan keutamaan dari Allah عزوجل.*

*_Ma‘asyiral Muslimin jama’ah Jum’at yang berbahagia._*

*Memurnikan ibadah hanya untuk Allah عزوجل merupakan kewajiban setiap hamba,* tiada tauhid tanpa keikhlasan dalam beribadah, tiada tauhid tanpa memurnikan seluruh ibadah yang kita lakukan *hanya semata-mata mengharapkan wajah Allah عزوجل.* Allah عزوجل berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

_”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”_
*[Q.S. AI Bayyinah: 5].*

*Termasuk di antara perbuatan syirik yang menimpa umat ini, adalah beramal karena manusia.* Dia tidak melakukan kebaikan melainkan *hanya untuk mendapat sanjungan dan kedudukan di mata manusia.* Dia tidak melakukan ibadah, melainkan *hanya riya’ yang menjadi tujuan utamanya.*

Ketahuilah wahai kaum muslimin, *bahwa beramal karena riya’ merupakan adat kebiasaan orang-orang munafik dalam melakukan ibadah.* Allah عزوجل berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

*_”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka._* _Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. *Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia.* Dan tidaklah mereka menyebut AIIah kecuali sedikit sekali.”_ *[Q.S. An Nisaa: 142]*

*Amalan riya’ adalah amalan yang tertolak dan tidak akan diterima di sisi Allah عزوجل.* Dalam sebuah hadis _qudsi_ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda,

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَا لَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكََاءِ عَنِ الشِّرْكِ ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أََشْرَكَ فِيْهِ مَعِي غَيْرِي،
تَرَكْتُهُ وَ شِرْكَهُ

*_”Allah عزوجل berfirman, ’Aku paling tidak membutuhkan sekutu-sekutu dari melakukan perbuatan kesyirikan, barangsiapa yang mengamalkan satu amalan yang dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dengan perbuatan kesyirikannya’.”_* *[H.R. Muslim* dari Abu Hurairah رضي الله عنه].

Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dari hadis Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya, *_”Sesungguhnya manusia yang paling pertama diadili pada hari kiamat adalah seorang Ielaki yang mati di medan jihad. Ia pun dihadapkan, lalu diingatkan akan nikmat-nikmat-Nya, maka diapun mengetahuinya. Ia ditanya, Engkau melakukannya karena apa❓, Ia menjawab, Aku berperang karena-Mu hingga aku mati syahid._*

*_Maka dikatakan kepadanya, Engkau berdusta, namun engkau berperang agar engkau disebut sebagai seorang pemberani, dan telah disebut demikian. Lalu diperintahkan untuk diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam api neraka. Dan ada seorang yang mempelajari ilmu kemudian mengajarkannya, dan membaca AI Ouran, ia didatangkan dan diingatkan tentang kenikmatan-kenikmatan-Nya, maka diapun mengetahuinya. Ia ditanya, Engkau amalkan itu untuk apa_*❓

*_Dia menjawab, Aku mempelajari ilmu, dan mengajarkannya, dan membaca AI Quran karena-Mu. Maka dikatakan kepadanya, Engkau telah berdusta, namun engkau mempelajari ilmu agar disebut sebagai orang yang berilmu, dan engkau membaca AI Ouran agar disebut sebagai seorang yang ahli membaca AI Ouran, dan telah disebut demikian. Lalu diperintahkan untuk diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam api neraka._*

*_Dan seorang yang Allah عزوجل melapangkan rezekinya, dan memberikan kepadanya berbagai macam jenis harta, ia didatangkan dan diperkenalkan tentang kenikmatan-kenikmatan-Nya, dan diapun mengetahumya, lalu dikatakan kepadanya Engkau amalkan hartamu untuk apa❓ Maka dia menjawab, tidaklah ada satu jalan yang engkau senang seseorang berinfak padanya, melainkan aku telah berinfak padanya karena-Mu._*

*_Maka dikatakan kepadanya, Engkau berdusta, namun engkau melakukan hal itu agar engkau disebut sebagai seorang dermawan, dan sungguh telah disebut demikian. Lalu diperintahkan untuk diseret d! atas wajahnya, lalu dilemparkan ke dalam api neraka.”_* *[H.R. Muslim].*

*_Ma’asyiral Muslimin jama’ah Jum’at yang berbahagia._*

Hadis yang mulia ini menjelaskan kepada kita sekalian *tentang pentingnya tauhid dan keikhlasan dalam satu amalan ibadah.* Tidak akan bermanfaat salat, zakat, haji, jihad, dan berbagai amalan ibadah lainnya, *jika tanpa disertai dengan tauhid dan keikhlasan dalam melakukannya.* Bahkan sesuatu yang diharapkan mendapatkan ganjaran pahala, *justru berubah menjadi satu perbuatan yang menyebabkan pelakunya menjadi penghuni neraka,* _wal iyadzu billah._

⭕ *KHUTBAH KEDUA*

الحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًامُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَاوَيَرْضَاهُ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ٠أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللهَ وَحْدَهُ لا
شَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ :

*Jamaah Jum’at yang semoga dirahmati Allah عزوجل*

Dalam sebuah hadis riwayat lmam Ahmad, dati Mahmud bin Labid رضي الله عنه Rasu|ullah ﷺ bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ: اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

*_”Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan di antara haI-hal yang aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.’ Para sahabat bertanya, ’Apa syirik kecil itu wahai Rasulullah_* ❓’ *_Beliau menjawab, ‘Riya’. AIIah عزوجل mengatakan kepada mereka pada hari kiamat di saat manusia dibalas amalan-amalan mereka, ’Pergilah kalian menuju kepada orang-orang yang kalian dahulu riya’ di dunia, apakah kalian mendapatkan balasan pahala dari mereka.”_*
*[H.R. Ahmad].*

Jlka Rasulullah ﷺ sangat mengkhawatirkan umatnya jatuh ke dalam syirik kecil ini, itu *berarti bahwa penyakit riya’ merupakan penyakit yang sangat berbahaya,* membinasakan, dan menyengsarakan, *dalam keadaan seseorang tanpa terasa terhanyut ke dalamnya, sementara dia menyangka bahwa amalannya diterima di sisi Allah عزوجل.*

Dalam sebuah hadis Hasan yang diriwayatkan oIeh Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda tentang’ bahaya riya’ (yang artinya), *_”Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik ini, karena sesungguhnya ia lebih samar daripada langkah semut. Maka para sahabat bertanya, ‘Bagaimana cara kami menghindarinya sementara ia lebih samar dari langkah semut wahai Rasulullah_*❓’ *_Maka Rasulullah ﷺ mengatakan, ’Ucapkanlah:_*

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

*_”Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau dalam sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari sesuatu yang kami tidak mengetahui.”_*

*Semoga Allah عزوجل senantiasa menjaga kita dari terjerumus ke dalam berbagai perbuatan syirik yang menyengsarakan kehidupan seorang hamba di dunia, demikian pula di akhirat.*

✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹
*Sengaja kami tidak menyertakan doa penutup _KHUTBAH JUM’AT_ agar khatib dapat memilih dan menentukan doa yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.*
✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹✹

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Qudwah Edisi 047