✏Allah ta’ala berfirman:

 وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَياةِ الدُّنْيا كَماءٍ أَنْزَلْناهُ مِنَ السَّماءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَباتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّياحُ وَكانَ اللَّهُ عَلى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِراً./ سورة الكهف (١٨): آية ٤٥]

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), bawa permisalan kehidupan dunia ini laksana air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan dimuka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan tersebut menjadi kering dan diterbangkan oleh angin.Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(QS.AlKahfi/18: 45)
✏Berkata Al-Imam Al-Qurthuby:

وَقَالَتِ الْحُكَمَاءُ:
إِنَّمَا شَبَّهَ تَعَالَى الدُّنْيَا بِالْمَاءِ لِأَنَّ الْمَاءَ لَا يَسْتَقِرُّ فِي مَوْضِعٍ. كَذَلِكَ الدُّنْيَا لَا تَبْقَى عَلَى وَاحِدٍ. وَلِأَنَّ الْمَاءَ لَا يَسْتَقِيمُ عَلَى حَالَةٍ وَاحِدَةٍ كَذَلِكَ الدُّنْيَا. وَلِأَنَّ الْمَاءَ لَا يَبْقَى وَيَذْهَبُ كَذَلِكَ الدُّنْيَا تَفْنَى. وَلِأَنَّ الْمَاءَ لَا يَقْدِرُ أَحَدٌ أَنْ يَدْخُلَهُ وَلَا يَبْتَلَّ كَذَلِكَ الدُّنْيَا لَا يَسْلَمُ أَحَدٌ دَخَلَهَا مِنْ فِتْنَتِهَا وَآفَتِهَا. وَلِأَنَّ الْمَاءَ إِذَا كَانَ بِقَدْرٍ كَانَ نَافِعًا مُنْبِتًا، وَإِذَا جَاوَزَ الْمِقْدَارَ كَانَ ضَارًّا مُهْلِكًا، وَكَذَلِكَ الدُّنْيَا الْكَفَافُ مِنْهَا يَنْفَعُ وَفُضُولُهَا يَضُرُّ. ِ

“Berkata para ahli hikmah:
“Hanyalah Allah menyerupakan dunia dengan air disebabkan karena:
Air itu tidaklah menetap disuatu tempat. Dan demikianlah pula dunia ini.
Air itu tidaklah menetap dalam satu keadaan, dan demikian pula dunia ini.
Air itu tidak kekal, dan akan hilang, dan demikian pula dunia ini.
Air itu tidak ada seorangpun yang dapat memasukinya dalam keadaan dia tidak akan basah. Dan demikian pula dunia ini, tidak ada seorangpun yang akan selamat dari fitnah dan bahayanya jika dia telah masuk kedalamnya.
Air itu apabila sesuai ukurannya maka akan bermanfaat dan menumbuhkan (tanaman), dan apabila melewati ukurannya maka akan membahayakan dan membinasakan. Dan demikian pula dunia ini, mengambilnya sekedarnya saja akan bermanfaat dan jika berebihan dengannya maka akan membahayakan”.
✏Dalam shahih Muslim dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

” قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا أَتَاهُ”.

“Sungguh beruntung orang yang telah masuk Islam, dan diberi rezki yang cukup, serta Allah qana’ahkan (menjadikannya merasa cukup) dengan apa yang telah Dia berikan padanya”.
(Lihat Tafsir Al-Qurthuby).
✏Berkata An-Nawawy rahimahullah:

 الْكَفَافُ الْكِفَايَةُ بِلَا زِيَادَةٍ وَلَا نَقْص.ٍ وَفِيهِ فَضِيلَةُ هَذِهِ الْأَوْصَافِ وَقَدْ يُحْتَجُّ بِهِ لمذهب من يقول الكفاف أَفْضَلُ مِنَ الْفَقْرِ وَمِنَ الْغِنَى.

Al-kafaaf adalah cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Dan pada hadits ini terdapat keutamaan sifat-sifat tersebut. Dan merupakan hujjah bagi pendapat yang mengatakan bahwa (hidup) berkecukupan itu lebih utama daripada kefaqiran dan kekayaan”. (Lihat Al-Minhaj). Wallaahu a’lam.
(Akhukum fillah Abu Hafsh Muhammad Tasyrif Al-Buthony Al-Ambony)
Sumber : WhatsApp Salafy lintas Negara

Bagikan Komentarmu