::
๐Ÿš‡ PIKIRKANLAH DULU SEBELUM ANDA BERBICARA

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ู ูููŠู’ู‡ูŽุง ูŠูŽุฒูู„ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู

โ€œSesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.โ€ (Sahih, HR. al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu)

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, โ€œHadits ini teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraan yang baik, yaitu pembicaraan yang telah jelas maslahatnya. Ketika dia meragukan maslahatnya, janganlah dia berbicara.โ€ (al-Adzkar hlm. 280, Riyadhus Shalihin no. 1011)

Al-Imam asy-Syafiโ€™i rahimahullah mengatakan,

โ€œApabila dia ingin berbicara hendaklah dipikirkan terlebih dahulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah. Jika ragu, janganlah dia berbicara hingga tampak maslahatnya.โ€ (al-Adzkar hlm. 284)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, al-Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan,

โ€œKetahuilah, setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat, seharusnya menjaga lisannya dari segala pembicaraan, kecuali yang telah jelas maslahatnya. Bila berbicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara. Karena pembicaraan yang mubah bisa menyeret pada pembicaraan yang haram atau dibenci. Hal seperti ini banyak terjadi. Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.โ€

๐Ÿ“จ Dikutip dari web Majalah Asy-Syari’ah edisi 003 | Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an-Nawawi hafizhahullah

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
๐Ÿ“ถ https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
๐ŸŒ www.alfawaaid.net

โ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธโ–ซ๏ธ