Orang polos akan mengira bahwa recovery hanya mampu mengembalikan dokumen-dokumen penting saja. Sementara developer tentu sudah bisa menebak bahwa recovery juga bisa dimanfaatkan untuk melacak file-file yang pernah disimpan oleh pemilik gadget, termasuk motoGP (movie, foto dan gambar porno).

Jangan pula dikira bahwa recovery hanya bisa mengembalikan file yang terhapus kemaren sore. Bahkan aplikasi ini mampu membuat mati surinya file-file tersebut walaupun telah didelete sekian bulan yang lalu. 50% hingga 100% insya Allah data kembali. [1]

KOK BISA?
Iya. Secara logika, aplikasi ini bekerja dengan cara menelusuri jejak elektomagnetik yang masih membekas di dalam sebuah memori penyimpanan. Oleh karena itulah, metode pelacakan data dilakukan melalui dua fase. Pertama fase pencarian jejak, dan kedua fase pemulihan (recover). Allahu a’lam.

MUNGKINKAH KALAU…… BERARTI…… ???
Andai di dalam sebuah data memori/gadget, setelah direcovery ternyata terdapat file-file yang bernuansa maksiat, lalu apakah pemiliknya bisa langsung divonis sebagai pelaku ma’ashi?
Tentu tidak, karena masih banyak kemungkinan yang denganya kita bisa ber-husnuzhon. Bisa jadi karena virus, atau karena memori/gadget bekas, atau memang dengan sengaja tapi sudah bertobat.
———-

KESIMPULAN:
– Bagi yang masih memiliki kebiasaan buruk dalam menggunakan gadget maka hendaklah dia meninggalkan kebiasaan tersebut. Jika tidak, bisa jadi memori/gadget dia suatu saat akan terkena razia recovery.

– Berhentilah menyimpan file-file yang tidak patut bagi seorang muslim, seperti gambar ‘ariyah’, video biru, musik dan lain-lain.

– Tapi, takutlah karena Allah dan bukan karena recovery.

– Janganlah akhwat sekali-kali menyimpan foto pribadi di gadet, baik di ponsel, tablet maupun PC. Adapun data-data yang sangat penting, seperti scan paspor, ktp dan semisalnya maka tergantung kebutuhan masing-masing.

– Tidak ada udzur bagi yang sengaja menyimpan audio visual yang tidak senonoh.

– Bagi yang mendapati data yang tidak patut di gadget saudaranya maka hendaklah dia husnuzhon terlebih dahulu sebelum mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

– Tidak boleh membuka memori/gadget orang lain tanpa seizin pemiliknya, kecuali jika dia memang berhak secara syar’i untuk melakukannya.

———-
Wallahu a’lam wa barokallahu fiikum.
=======

Catatan kaki:
[1] Yang paling efektif adalah recovery.exe (untuk PC) dan ini adalah pengalaman kami. Adapun recovery smartphone tentu membutuhkan proses pencarian yang lama, dan biasanya membutuhkan proses root (mengganti OS di luar lisensi).
=======

Appsalafy
www.appsalafy.salafymedia.com

Bagikan Komentarmu