Fatwa nomor 2770

Soal:
Apa hukum makan daging hewan yang kena pukul. Yakni: Sapi yang kepalanya dipukul -dalam proses pembantaian- dengan palu besi yang diniatkan untuk disembelih? Dan apabila hewan itu dipukul dengannya, hewan itupun jatuh ke tanah dan pingsan. Tukang penyembelihnya telah menunggu waktu tersungkurnya, dan saat menyembelihnya dia mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”?
Berilah kami penjeasan.

_____________

Jawaban:
Apabila hewan itu tidak bisa disembelih secara syar’i kecuali harus dipukul (terlebih dahulu) dengan palu besi, maka tidak mengapa untuk memukulnya, agar kemudian bisa disembelih. Kemudian apabila didapati hewan itu masih hidup setelah dipukul, maka wajib disembelih secara syar’i yang telah diketahui. Dan boleh dimakan selama penyembelihannya telah sempurna ketika hewan itu masih hidup (setelah dipukul). Namun apabila belum sempat disembelih -padahal setelah dipukul, hewan itu masih hidup- maka tidak boleh dimakan. Sebab yang demikian itu termasuk ‘mauqudzah’. Dan Allah telah mengaramkannya di dalam firman-Nya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ

“Diharamkan atas kalian bangkai, darah, daging babi, apa-apa yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik dan yang terpukul.” (Al-Maidah: 3)

Namun jika memungkinkan untuk menyembelihnya tanpa harus dipukul dengan palu dan semisalnya maka tidak boleh dipukul dengannya, sebab hal itu termsuk menyiksa hewan. Namun jika hal itu telah terjadi dan sempurna penyembelihannya secara syar’i dalam keadaan hewan tersebut masih hidup setelah pemukulannya, maka boleh untuk dimakan, sebagaimana yang telah lalu penjelasannya.

Wabillأ£hit Taufأ­q washallallأ£hu ‘alأ£ Nabiyyinأ£ Muhammad wa ‘alأ£ أ£lihأ­ wa shohbihأ­ wasallam

Al-Lajnah Ad-Dأ£’imah lil Buhأ؛s wal Iftأ£’

Ketua : Abdul Azأ­z bin Abdillأ£h bin Bأ£z
Wakil : Abdurrozأ£q Afifiy
Anggota : Abdullah bin Ghudayyan
Abdullأ£h bin Qu’أ؛d

————–
Sumber
Judul Kitab:
Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah
Urutan jilid/Pembahasan/Halaman:
22/Adz Dzakah Wash Shoid/487

Penyusun:
Syeikh Ahmad bin Abdurrozأ£q ad Duwaisy
Pustaka Darul ‘Ashomah
——————
Alih bahasa:
Abu Dawud al Pasimiy

Bagikan Komentarmu