๐Ÿ’๐Ÿ“SAUDARAKU, JANGAN CEPAT-CEPAT SHOLATNYA

Sebuah fenomena yang memprihatinkan, ketika seseorang sedemikian tangkas dan cekatannya menyelesaikan sholat dalam waktu yang demikian singkat, sehingga seakan-akan dengan semakin beranjaknya usia merambat, semakin tinggi โ€˜jam terbangnyaโ€™, semakin terlatih pula ia menyelesaikan sholat dengan catatan waktu tercepat. Subhaanallaahโ€ฆ!

Semangat beribadah yang tinggi pada bulan Ramadlan, dengan sholat tarawihnya sering dijadikan sebagai sarana olahraga alternatif karena dengan kecepatan di atas rata-rata, amalan sholat-yang seharusnya demikian suci dan mulya- menjadi lebih mirip gerakan-gerakan senam tempo tinggi. Allaahul Musta’aan !

Sering pula bacaan AlFatihah dan surat yang dibaca imam demikian cepatnya, sehingga sang imam tidak merasa perlu untuk โ€˜menghidangkanโ€™ bacaan tartil yang menghantarkan makmum pada kekhusyuโ€™an. Sang imam juga tidak merasa terbebani untuk memperdengarkan bacaan tersebut karena memang yang ada dalam benaknya adalah sesegera mungkin menyelesaikan rutinitas tersebut.

Saudaraku kaum muslimin, fenomena yang dipaparkan di atas bukanlah suatu hal yang mengada-ada. Fenomena yang menyedihkan dan merupakan musibah tersebut masih banyak โ€˜mewarnaiโ€™ lingkungan kita. Bukan hanya pada lingkungan orang-orang awam, di lingkungan pondok pesantren pun bukan suatu hal yang asing jika kita dapati seorang imam mengimami sholat dengan kecepatan yang tinggi. Terlebih lagi pada sholat-sholat sirriyah saat Imam tidak memperdengarkan bacaan-bacaan Qurโ€™annya kepada makmum. Belum sempat makmum menunaikan gerakan rukuโ€™, sang imam sudah iโ€™tidal, kemudian sujud โ€˜ala kadarnyaโ€™ seperti seekor gagak atau ayam yang mematuk biji-bijian. Wal ‘iyaadzu billaah !

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ุนูŽุฑููŠ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู„ุงูŽ ูŠูุชูู…ู‘ู ุฑููƒููˆู’ุนูŽู‡ู ูŠูŽู†ู’ู‚ูุฑู ูููŠ ุณูุฌููˆู’ุฏูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽูˆู’ ู…ูŽุงุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุงู„ูู‡ู ู‡ูŽุฐูู‡ู ู…ูŽุงุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูู ูŠูŽู†ู’ู‚ูุฑู ุตูŽู„ุงูŽุชูŽู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุฑู ุงู„ู’ุบูุฑูŽุงุจู ุงู„ุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ู„ุงูŽ ูŠูุชูู…ู‘ู ุฑููƒููˆู’ุนูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‚ูุฑู ูููŠู’ ุณูุฌููˆู’ุฏูู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุงู’ู„ุฌูŽุงุฆูุนู ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑูŽุชูŽุงู†ู ู„ุงูŽ ูŠูุบู’ู†ููŠูŽุงู†ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œ Dari Abu Abdillah al-Asyโ€™ari radliyallaahu โ€˜anhu bahwasanya Rasulullah shollallaahu โ€˜alaihi wasallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan rukuโ€™nya, dan waktu sujud (dilakukan cepat seakan-akan) mematuk dalam keadaan dia sholat. Maka Rasulullah shollallaahu โ€˜alaihi wasallam bersabda : โ€˜Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu, ia mati di luar agama Muhammad. Ia sujud seperti burung gagak mematuk makanan. Perumpamaan orang rukuโ€™ tidak sempurna dan sujudnya cepat seperti orang kelaparan makan sebiji atau dua biji kurma yang tidak mengenyangkannya โ€œ(H.R Abu Yaโ€™la,al-Baihaqy, at-Thobrony, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, dan dihasankan oleh Syaikh AlAlbaany)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽู‡ูŽุงู†ููŠู’ ุฎูŽู„ููŠู’ู„ููŠู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ู‚ูุฑูŽ ูููŠู’ ุตูŽู„ุงูŽุชููŠู’ ู†ูŽู‚ู’ุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ูƒู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู„ู’ุชูŽููุชูŽ ุฅูู„ู’ุชูููŽุงุชูŽ ุงู„ุซู‘ูŽุนู’ู„ูŽุจู ูˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูู‚ู’ุนููŠูŽ ุฅูู‚ู’ุนูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุฏู

โ€œ Dari Abu Hurairah beliau berkata : โ€œSahabat dekatku, (Nabi Muhamamd shollallaahu โ€˜alaihi wasallam) melarangku sujud dalam sholat (dengan cepat) seperti mematuknya ayam jantan, melarangku berpaling (ke kanan atau ke kiri) seperti berpalingnya musang, dan melarangku duduk iq-aaโ€™ seperti kera โ€œ(H.R Thayalisi, Ahmad, dan Ibnu Abi Syaibah, dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany)

ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฃู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุณูŽุฑูู‚ูŽุฉู‹ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ูŠูŽุณู’ุฑูู‚ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูŽุณู’ุฑูู‚ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูู…ู‘ู ุฑููƒููˆู’ุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุณูุฌููˆู’ุฏูŽู‡ูŽุง

โ€œ Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri dari sholatnya. (Para Sahabat bertanya) : Bagaimana seseorang bisa mencuri dari sholatnya? (Rasul menjawab) : โ€˜ Ia tidak menyempurnakan rukuโ€™ dan sujudnya โ€œ (H.R Ahmad dan At-Thobrony, al-Haitsamy menyatakan bahwa para perawi hadits ini adalah perawi-perawi hadits shohih, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan al-Haakim)

Bahkan, tergesa-gesa dalam melakukan sholat sehingga gerakan-gerakan rukuโ€™ dan sujud tidak dikerjakan secara thumaโ€™ninah bisa berakibat pada tidak sahnya sholat, sebagaimana disebutkan dalam hadits :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ููŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฑูŽุฏู‘ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุฑู’ุฌูุนู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูุตูŽู„ู‘ู ููŽุฑูŽุฌูŽุนูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ููŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุฑู’ุฌูุนู’ ููŽุตูŽู„ู‘ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูุตูŽู„ู‘ู ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุจูŽุนูŽุซูŽูƒูŽ ุจูุงู’ู„ุญูŽู‚ู‘ู ู…ูŽุง ุฃูุญู’ุณูู†ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ู ููŽุนูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ููŠู’ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู…ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽูƒูŽุจู‘ูุฑู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ู…ูŽุนูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ูƒูŽุนู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุงูƒูุนู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ููŽุนู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุนู’ุชูŽุฏูู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุฌูุฏู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽ ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ููŽุนู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽ ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ูˆูŽุงูู’ุนูŽู„ู’ ุฐู„ููƒูŽ ูููŠ ุตูŽู„ุงูŽุชููƒูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง

โ€œ Dari Abu Hurairah : bahwasanya Rasulullah shollallaahu โ€˜alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, kemudian masuk pula seorang laki-laki, kemudian laki-laki itu melakukan sholat kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shollallaahu โ€˜alaihi wasallam. Nabi menjawab salam tersebut kemudian mengatakan kepadanya : โ€˜Kembalilah ulangi sholat, karena sesungguhnya engkau belum sholatโ€™. Maka kemudian laki-laki itu mengulangi sholat sebagaimana sholatnya sebelumnya, kemudian ia mendatangi Nabi dan mengucapkan salam, kemudian Nabi mengatakan : โ€˜Kembali ulangilah sholat karena engkau belum sholat โ€˜ (Hal ini berulang 3 kali). Maka kemudian laki-laki itu mengatakan : โ€˜Demi Yang Mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan lebih baik dari sholatku tadi, maka ajarilah akuโ€™. Rasul bersabda :โ€™Jika engkau berdiri untuk sholat, bertakbirlah, kemudian bacalah yang mudah bagimu dari Al-Qurโ€™an, kemudian rukuโ€™lah sampai engkau thumaโ€™ninah dalam rukuโ€™,kemudian bangkitlah dari rukuโ€™ sampai engkau thumaโ€™ninah beriโ€™tidal, kemudian sujudlah sampai engkau thumaโ€™ninah dalam sujud, kemudian bangkitlah dari sujud sampai engkau thumaโ€™ninah dalam sujud,kemudian sujudlah sampai engkau thumaโ€™ninah dalam sujud,kemudian bangkitlah sampai engkau thumaโ€™ninah dalam duduk, dan lakukanlah hal yang demikian ini pada seluruh sholatmu โ€œ(H.R Al-Bukhari-Muslim)

Maka wajib bagi kita untuk mengerjakan sholat dengan thumaโ€™ninah dan tidak tergesa-gesa karena hal tersebut merupakan salah satu rukun sholat, yang jika tidak terpenuhi menyebabkan batalnya sholat. Dalam hadits di atas Rasulullah memerintahkan kepada seseorang tersebut untuk mengulangi sholatnya.

Mari kita kerjakan sholat dengan tenang dan nikmatilah! Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mempersembahkan amal ibadah yang terbaik kepadaNya, dan menjadikan sholat sebagai sarana penyejuk jiwa, penjernih kalbu, pelapang dada, penghilang kesedihan dan yang mampu mendatangkan ketenangan batin, sebagaimana Rasulullah shollallaahu โ€˜alaihi wasallam menyatakan :

ุฌูุนูู„ูŽุชู’ ู‚ูุฑู‘ูŽุฉู ุนูŽูŠู’ู†ููŠู’ ูููŠ ุงู„ุตู‘ู„ุงูŽุฉ

โ€œ Dijadikan penyejuk jiwaku ada dalam sholatโ€ (H.R Ahmad dan AnNasaaโ€™i, dishohihkan oleh Syaikh AlAlbaany)

Namun yang jauh lebih besar dari itu yang kita harapkan adalah keridlaan, pahala, ampunan, dan rahmat dari Allah Subhaanahu Wa Taโ€™ala.

(dikutip dari buku “Memahami Makna Bacaan Sholat (Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi) ” karya Abu Utsman Kharisman, dengan sedikit perubahan)

๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก
WA al I’tishom