🌍 https://chat.whatsapp.com/DCcPGViudNPDQxNl1RzPpA

*Oase*

*SEBAB YANG MENGUATKAN KECINTAAN HAMBA KEPADA ALLAH*

✍🏻 *Al-Ustadz Abdul Jabbar حفظه الله تعالى*

Rasulullah ﷺ bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلاَ ،ِلهلِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

*_“Ada tiga perkara yang jika ketiganya ada pada seseorang, akan membuatnya merasakan manisnya keimanan: hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selainnya; jika mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan dia membenci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci menuju api neraka.”_* *(HR. al-Bukhari* dan *Muslim)*

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ

_“Dan (adapun) orang-orang yang beriman, *kecintaan mereka kepada Allah lebih kuat.”*_ *(al-Baqarah: 165)*

Mukmin sejati yang selalu mendambakan mengecap manisnya keimanan tentu akan terus berusaha menguatkan kecintaannya kepada Allah سبحانه وتعالى.

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah رحمه الله menyebutkan beberapa sebab yang dapat menguatkan kecintaan seorang hamba kepada Allah di dalam kitab beliau, _Madarij as-Salikin._ Berikut ini adalah rangkuman dari kitab tersebut yang dapat kami rumuskan.

*Sebab yang menumbuhkan dan membangkitkan kecintaan hamba kepada Allah ada sepuluh:*

1⃣ *Membaca al-Qur’an dengan tadabbur dan memahami maknanya* layaknya seseorang yang berusaha memahami dan mensyarah sebuah kitab yang telah ia hapal.

2⃣ *Mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dengan amalan sunnah* setelah menyempurnakan amalan wajib.

*Dengan hal ini, seorang hamba akan mencapai derajat _“hamba yang dicintai Allah”_ setelah melampaui derajat _“hamba yang mencintai Allah”._*

3⃣ *Senantiasa berzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan,* dengan lisan dan hati, serta dengan amalan badan dan hati. *Kadar kecintaan hamba kepada Allah سبحانه وتعالى sesuai dengan kadar zikir dan ingatnya kepada Allah سبحانه وتعالى.*

4⃣ *Selalu mengedepankan perkara yang Allah سبحانه وتعالى cintai* dibandingkan dengan perkara yang kita cintai dan inginkan saat hawa nafsu menguasai; selalu berusaha meraih perkara yang Dia سبحانه وتعالى cintai walau jalan begitu mendaki.

5⃣ *Menyibukkan hati untuk mengenal dan mentadabburi nama-nama dan sifat-sifat Allah سبحانه وتعالى.*

Ia berulang merenungi dan menyaksikan nama dan sifat-Nya. Sebab, *hamba yang mengenal kesempurnaan Allah سبحانه وتعالى dalam hal nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pasti akan mencintai-Nya.*

*Para _ahlu ta’thil_ (pengingkar nama-nama dan sifat-sifat Allah) dari kalangan Jahmiyah yang satu mazhab dengan Fir’aun¹* pada hakikatnya adalah para pembegal yang menghalangi para hamba untuk bisa mencintai Allah. Sebab, mereka tidak mengakui nama-nama dan sifat-sifat Allah yang merupakan sumber rasa cinta seorang hamba kepada Allah سبحانه وتعالى. *Tanpa mengenal nama dan sifat Allah سبحانه وتعالى, mustahil seorang hamba mencapai derajat mahabbah.*

6⃣ *Merenungi segala kebaikan, karunia, pemberian, dan nikmat lahir-batin yang Allah سبحانه وتعالى limpahkan kepada hamba.*

7⃣ *Tunduk dan luluhnya hati seutuhnya di hadapan Allah سبحانه وتعالى,* seperti saat seorang hamba tunduk luluh meminta hajatnya yang mendesak atau meminta ampunan dan bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh hingga air matanya bercucuran.

Ini termasuk sebab yang paling menakjubkan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

8⃣ *Beribadah seorang diri menghadap Allah سبحانه وتعالى pada waktu sepertiga malam terakhir saat Allah سبحانه وتعالى turun ke langit dunia;* berdoa kepada-Nya dan membaca al-Qur’an, kalam-Nya yang mulia; melaksanakan tata cara ibadah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ di hadapan-Nya, *kemudian menutup wirid malamnya itu dengan tobat dan istighfar.*

9⃣ *Bermajlis dan berkumpul bersama orang-orang yang jujur kecintaannya kepada Allah سبحانه وتعالى;* memetik manisnya buah ucapan mereka seperti memanen buah-buahan yang telah masak. Ia tidak berbicara kecuali jika berbicara lebih bermaslahat dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

🔟 *Menjauhi segala perkara yang memalingkan hati dari Allah سبحانه وتعالى, seperti perbuatan maksiat, makruh,* sia-sia, dsb.

Dengan perantara sepuluh sebab inilah *para pecinta mencapai derajat mahabbah, yaitu kemurnian cinta hingga mereka bertemu Dzat yang mereka cintai, Allah سبحانه وتعالى.*

Kunci keberhasilan semua ini ada dua:

1⃣ Kesiapan jiwa dan roh untuk menempuh jalan cinta ini,

2⃣ Terbukanya mata hati untuk memahami rambu-rambunya.

_Wallahul muwafiq.²_

*Semoga Allah menjadikan ilmu kita sebagai ilmu bermanfaat yang mengantarkan kita menuju kecintaan-Nya dan keridhaan-Nya.*

_Wallahu a’lam._

*Catatan Kaki:*
*1) Karena Jahmiyah sependapat dengan Fir’aun bahwa Allah tidak di atas langit.* Lihat Surat Ghafir ayat 36-37.

2) _Madarij as-Salikin baina Manazil Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in,_ hlm. 660. cet. Darul Kutub al-Ilmiyah karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

🌏📕 *Sumber* ||

Sebab yang Menguatkan Kecintaan Hamba kepada Allah

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Asy Syariah Edisi 94