*Segala Sesuatu Telah Ditakdirkan, Termasuk Akibat dan Penyebabnya*
▪︎▪︎▪︎▪︎

🌷 Segala sesuatu telah Ditakdirkan, termasuk Hal-hal yang Menyebabkannya.

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ (53)

🍃 Segala Sesuatu yang mereka Kerjakan (telah ada) dalam Catatan. Segala sesuatu baik Kecil maupun Besar telah Tertulis (Takdirnya pada Lauhul Mahfudzh)(Q.S al-Qomar:52-53).

🔖 Sahabat Nabi Umar bin al-Khotthob Radhiyallaahu Anhu bersama para Sahabat Nabi yang lain pernah akan masuk ke negeri Syam yang terkena wabah penyakit Tha’un. Umar kemudian bermusyawarah dengan para Sahabat yang lain, ada yang menganjurkan terus masuk, ada yang menganjurkan kembali ke Madinah. Umar kemudian memutuskan untuk kembali ke Madinah. Sebagian orang ada yang menyatakan: Apakah engkau akan lari dari Takdir Allah, wahai Amirul Mukminin?

👍 Umar menjawab dengan Jawaban yang Sangat Baik dan Menunjukkan Pemahaman yang Benar tentang Takdir :

نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ

🍃 Ya, kita lari dari Takdir Allah menuju Takdir Allah (H.R Muslim no 4114).

☝️ Kemudian Umar berkata :

أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَتْ لَكَ إِبِلٌ فَهَبَطَتْ وَادِيًا لَهُ عُدْوَتَانِ إِحْدَاهُمَا خَصْبَةٌ وَالْأُخْرَى جَدْبَةٌ أَلَيْسَ إِنْ رَعَيْتَ الْخَصْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ وَإِنْ رَعَيْتَ الْجَدْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ

🍃 Bagaimana pendapatmu jika engkau memiliki unta yang turun ke lembah memiliki 2 sisi. Yang satu subur dan yang satu tandus. Bukankah jika engkau menggembalakan di tempat subur, engkau gembalakan untamu berdasarkan Taqdir Allah. Dan jika engkau gembalakan di tempat tandus, engkau gembalakan dengan Taqdir Allah? (H.R Muslim no 4144).

🌷 Dalam suatu Hadits dinyatakan :

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ أَدْوِيَةً نَتَدَاوَى بِهَا وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا هَلْ تَرُدُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ شَيْئًا قَالَ هِيَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ

🍃 Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam ditanya: Bagaimana pendapat anda tentang Pengobatan (terhadap) Penyakit yang kita Upayakan, atau Ruqyah yang kita lakukan, atau Tameng yang kita gunakan untuk melindungi diri. Apakah hal itu bisa Menolak Takdir Allah? Rasul Bersabda : Itu (Semua) adalah termasuk Takdir Allah (H.R atTirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Iraqy dalam Thorhut tastriib (4/228), dihasankan Syaikh al-Albany dalam takhrij musykilatil faqr no 11).

🔰 Hal itu Menunjukkan bahwa Hasil dan Penyebabnya telah Ditakdirkan oleh Allah.

💠 Kita tidak tahu apa yang Ditakdirkan Allah sebelum Terjadi. Karena itu, Berusaha Keras dengan Memohon Pertolongan Allah, itulah yang harus dilakukan berdasarkan Petunjuk Nabi dan para Sahabatnya.

🔵 Ketika sudah terjadi, jika tercapai Keberhasilan atau Keburukan, jangan merasa Berbangga Diri dengan Melupakan Allah, ingatlah bahwa itu karena Pertolongan Allah.

☀️ Jika terjadi Kegagalan atau Keburukan, Jangan Larut dalam Keputusasaan. Ingatlah bahwa itu telah Ditakdirkan OlehNya.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)

🍃 Tiada suatu Bencanapun yang Menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada Dirimu Sendiri melainkan telah Tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudzh) Sebelum Kami Menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu Mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya Kamu jangan Berduka Cita terhadap Apa yang Luput dari kamu, dan supaya kamu Jangan terlalu Bergembira terhadap apa yang DiberikanNya kepadamu. Dan Allah Tidak Menyukai setiap Orang yang Sombong lagi Membanggakan diri (Q.S al-Hadiid:22-23).

~~~~~~~~~~~~~~~~

📒 Dikutip dari Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)”

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
————💎————
🔑 *Arsip Fawaid Ilmiyah:*
https://telegram.me/fawaidsolo
————💎————