(02)
▶️ Semua Bid’ah Adalah Sesat

※ Semua bid’ah secara istilah, sebagaimana definisi di atas adalah sesat.

Sabda Rasulullah [ﷺ]:

{ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثاَتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }

“Dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan karena setiap bid’ah adalah sesat.” [HR Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah]

Dalam hadits Jabir dinyatakan bahwa Nabi selalu mengulang-ulang ucapan semacam itu pada permulaan-permulaan khutbah beliau baik pada saat Khutbah Jumat atau di waktu lain

❏ Ucapan para Sahabat Nabi:

Ibnu Mas’ud –semoga Allah meridlainya- berkata:

{ اتبَّعِوُا وَلاَ تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }

“Ikutilah (Sunnah Nabi) janganlah melakukan bid’ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan seluruh bid’ah adalah sesat.” [Diriwayatkan oleh Abu Khoytsam dalam Kitabul Ilm dan Muhammad bin Nashr alMarwazy dalam as-Sunnah]

{ الْإِقْتِصَادُ فِي السُّنَّةِ أَحْسَنُ مِنَ الْاِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ }

“Sederhana di dalam Sunnah lebih baik dibandingkan bersungguh-sungguh di dalam bid’ah.” [Riwayat al-Hakim][¹]

Ibnu Umar –semoga Allah meridlainya- berkata:

{ كلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً }

“Semua bid’ah adalah sesat sekalipun manusia memandangnya baik.” [Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam al-Madkhal dan Muhammad bin Nashr al-Marwazy dalam as-Sunnah]

Muadz bin Jabal –semoga Allah meridlainya- berkata:

{ فَإِياَّكُمْ وَمَا يُبْتَدَعُ فَإِنَّ مَا ابْتُدِعَ ضَلَالَة }

“Berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena perkara yang diada-adakan (dalam Dien) adalah sesat.” [Hilyatul Awliyaa’, 1/233]

Ibnu Abbas –semoga Allah meridlainya- berkata:

“Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah dan istiqamah, ikutilah (Sunnah Nabi) jangan berbuat kebid’ahan.” [Diriwayatkan oleh ad-Daarimi]

Hudzaifah bin al-Yaman –semoga Allah meridlainya- berkata:

{ كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فَإِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ }

“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para Sahabat Rasulullah [ﷺ], janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai para pembaca al-Qur’an (orang-orang alim dan yang suka beribadah) dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah]

📚[Disalin dari Draft Buku “40 Hadits Pegangan Hidup Muslim (Syarh Arbain an-Nawawiyah)”]

—(▴) Catatan: (▴)—
[¹] Maksudnya, sedikit amalan namun di atas Sunnah (sesuai bimbingan Nabi) lebih baik dibandingkan banyak beramal dan bersungguh-sungguh, namun di atas kebid’ahan.

Url: http://bit.ly/Fw401110 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: Salafy•Or•Id { http://bit.ly/2JGTfRQ } – Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah