🌍 https://chat.whatsapp.com/BspkRWjJrJSFxCBjy9O6rh

Asbabun Nuzul

🌺 SEPATAH KATA UNTUK
BUNDA TERCINTA 🌺

✍🏻 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa’i حفظه الله تعالى

bagian 2 (sambungan)

Ananda ingin menyamai Muhammad bin Al Munkadir yang lebih memilih untuk memangku kedua telapak kaki ibunya semalam suntuk dibandingkan menegakkan qiyamul lail.

Ananda ingin meneladani Kahmas bin Al Hasan yang berusaha membunuh seekor kalajengking. Namun kalajengking itu bergerak cepat sehingga bisa bersembunyi di dalam sebuah lubang. Kahmas pun memasukkan tangannya ke dalam lubang tersebut yang mengakibatkan tangannya disengat oleh kalajengking. Pada saat Kahmas ditanya, “Kenapa Anda nekat melakukan hal itu❓”

“Aku khawatir jika kalajengking ini keluar dari liangnya ia akan menyengat ibuku.” jawab Kahmas.

سبحا ن الله

Ananda juga ingin meniru Zainal Abidin Ali bin Al Husain yang tidak pernah mau makan semeja dengan ibunya. Ketika hal ini ditanyakan kepada beliau, “Mengapa Anda tidak mau makan semeja dengan ibunda Anda sendiri❓Padahal Anda dikenal sebagai anak yang paling berbakti kepada orang tuanya❓”

“Aku takut mengambil sesuatu sementara pandangan ibuku telah mendahuluinya. Dengan demikian aku telah durhaka kepadanya.” seperti itu beliau menjawab.

ما شاء الله

Ananda sangat ingin mencontoh Muhammad bin Sirin yang terlihat seperti orang sedang sakit jika berbicara dengan ibunya. Anggapan ini muncul karena Muhammad bin Sirin berbicara dengan lembut dan penuh sopan kepada ibunya, mirip orang yang sedang jatuh sakit.

Ibunda sayang,

Rasa-rasanya Ananda ingin mencium kening ibunda di tiap pagi dan petang lalu bertanya, “Perintah apa yang harus Ananda lakukan hari ini untuk Ibunda❓” Ananda ingin membahagiakan hati Ibunda semampu Ananda bisa lakukan. Berbicara dengan kelembutan dan kasih sayang. Semua Ananda lakukan dengan harapan agar Allah memudahkan Ananda masuk ke dalam surga-Nya.

Seorang ulama bernama Ilyas bin Mu’awiyah terlihat menangis tersedu-sedu ketika ibunya wafat. Ada seseorang bertanya, “Kenapa Anda menangis❓” Ilyas pun menjawab, “Sebelum ini, ada dua pintu surga yang selalu terbuka untukku. Namun kini salah satunya telah tertutup.”

Alhamdulillah, ya Allah.

Engkau masih berkenan melimpahkan rahmat dan hidayah-Mu untuk hamba-Mu yang penuh dosa ini. Engkau telah menyadarkan hamba-Mu dengan mengenalkan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Rasulullah tentang perintah berbakti kepada orang tuanya. Engkau telah memberikan kesempatan kepada hamba-Mu untuk berusaha memasuki surga yang Engkau janjikan dengan keberadaan orang tuaku.

Tidak mampu hamba membayangkan tentang orang-orang itu❗Betapa merugi dan menyesalnya mereka kelak.

Orang-orang itu adalah mereka yang terbiasa membentak, memaki bahkan menganiaya orang tuanya sendiri. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tega membunuh orang tuanya hanya karena berselisih pendapat. Atau ada juga di antara mereka yang berharap besar agar orang tuanya segera meninggal dunia saja agar harta warisannya segera berpindah tangan ke mereka; .نعوذ بالله من ذلك

Tidak mampu hamba membayangkan tentang orang-orang itu❗Betapa merugi dan menyesalnya mereka kelak.

Orang-orang itu yang telah membicarakan rencana ke depan, “Di Panti Jompo manakah orang tua kita akan dititipkan❓” Mereka yang menganggap orang tua sebagai beban yang menyulitkan saja. Mereka yang tidak senang jika melihat orang tuanya datang berkunjung ke rumahnya.

Mereka yang tidak bersabar ketika orang tuanya telah mulai pikun dan linglung. Mereka yang jauh dari nilai-nilai Islam sehingga tidak mengerti bagaimanakah seorang anak mesti berbakti.

Mereka tidak sadar bahwa esok hari anak-anak mereka pun akan memperlakukan mereka sama dengan perlakuan mereka kepada orang tuanya.

Ibunda tercinta,

Setelah mencoba meresapi makna tiap-tiap kata dari kedua ayat surat Luqman di atas, Ananda semakin yakin akan keindahan dan keluhuran ajaran Islam. Betapa tidak❗ Jangankan dalam urusan duniawi yang hina dan rendah ini, Islam tetap juga memerintahkan agar setiap anak berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya walaupun berbeda agama berlainan keyakinan.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” [Q.S. Luqman: 15]

Luar biasa ajaran Islam

Asma’ bintu Abi Bakar رضي الله عنها menceritakan tentang kedatangan ibunya ke kota Madinah semasa gencatan senjata antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Saat itu ibunya masih dalam keadaan musyrik. Asma’ pun bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, ibuku datang menemuiku dengan penuh harap, bolehkah saya berhubungan dengannya❓”

Nabi Muhammad ﷺ pun bersabda,

نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

“Tentu boleh. Jalinlah hubungan dengan ibumu.” [H.R. Al-Bukhari dan Muslim]

Ibunda tercinta,

Status perintah dari Allah di dalam kedua ayat surat Luqman di atas membuat Ananda tercenung dan termenung. Ternyata kedua ayat di atas disebut sebagai ‘wasiat’. Artinya, pada hari kiamat nanti Ananda dan seluruh anak yang pernah hadir di alam dunia ini harus siap ditanya dan bertanggung jawab, “Apakah kita telah benar-benar berbakti kepada orang tua ❓”

Semoga Allah memudahkan.

🌏📕 Sumber ||
https://ibn-abdilmalik.blogspot.com/2016/05/sepatah-kata-untuk-bunda-tercinta.html?m=1

🌏📕 Sumber ||
Majalah Qudwah Edisi 08