SERING DIGANGGU JIN, BISA LIHAT JIN?

Maaf, mau tanya. Apa benar kalau orang sering diganggu jin, dia bisa lihat jin? Apa itu di dalamnya sudah ada jin?

Jawab:

Apa yang dimaksud “sering diganggu” dalam pertanyaan? Mungkin yang dimaksud penanya adalah semacam kesurupan.

Adapun gangguan secara umum, setiap manusia diganggu Iblis dan bala tentaranya. Tidak ada satu pun manusia yang lepas dari gangguan Iblis dan bala tentaranya. Allah berfirman,

قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧

 “Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)’.” (al-A’raf: 16—17)

Allah mengabarkan bahwa di antara gangguan setan adalah bisikan-bisikan kejelekan dalam dada-dada manusia. Allah mengabarkan hal ini dalam surat an-Nas.

Walhasil, manusia tidak mungkin lepas dari gangguan setan, musuh yang nyata bagi anak cucu Adam, hingga ajal menjemput.

Adapun apa yang disebutkan dalam pertanyaan, yaitu sangkaan sebagian orang bahwa orang yang sering diganggu jin bisa melihat mereka, hal ini perlu diluruskan.

Manusia tidak mungkin melihat Iblis dan bala tentaranya dalam bentuk aslinya, sebagaimana dikabarkan oleh Allah dalam firman-Nya,

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٰتِهِمَآۚ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ٢٧

 “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga. Ia menanggalkan pakaian dari keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat keduanya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (al-A’raf: 27)

Adapun melihat mereka saat menjelma dalam bentuk manusia, hewan, seperti ular atau landak, dan bentuk lainnya, mungkin saja manusia melihatnya sebagaimana ditunjukkan dalam banyak dalil. Semua manusia, baik yang beriman maupun yang kafir, baik yang pernah kesurupan maupun yang belum pernah, mungkin melihat mereka saat menjelma.

Yang lebih penting bagi penanya dan kita semua adalah berlindung kepada Allah dari gangguan setan dan membentengi diri dari mereka dengan zikir-zikir syar’i yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beberapa contohnya terdapat dalam hadits-hadits berikut.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ؛ قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ؛ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jika seseorang keluar darirumahnya kemudian mengucapkan بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah), ketika itu dikatakan kepadanya, Engkau telahmendapatkan hidayah, kecukupan, dan perlindungan.’ Setan pun menghindar darinya, lalu setan lain mengatakankepadanya, ‘Bagaimana mungkin engkau (mengganggu) orang yang telah mendapat hidayah, kecukupan, danperlindungan?’.”[1]

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan-kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqarah.”[2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Bacalah oleh kalian surat al-Baqarah, karena mengambilnya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dantukang-tukang sihir tidak mampu menghadapinya.”

 

RUANG KONSULTASI EDISI 16