Dijawab oleh:
Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah

1⃣Bismillah.
Ustadzah, apakah boleh kalau shalat hanya menggunakan baju jubah yang panjangnya hanya sebatas mata kaki, memakai kaos kaki dan jilbab?
Dan apakah boleh kalau shalat ataupun bila keluar rumah memakai cadar yang ada talinya dan diikat dibelakang kepalanya? Jazaakillahu khairan

✔JAWABAN

Pakaian shalat untuk wanita harus longgar, tidak tipis tembus pandang dan tidak ketat.
Kaos kaki termasuk ketat membentuk kaki, jadi tidak boleh. Maka baju atau sarungnya harus panjang hingga menutupi kaki.
Begitu pula kepala tidak boleh ketat membentuk kepala dengan diikat seperti kebanyakan mukena sekarang.
Barokallahu fiyk.

•••••••

2⃣Bismillah.
Ana mau bertanya Ustadzah, apakah seorang akhwat tidak boleh shalat dengan menggunakan kaos  kaki? Sebab kami disini kalau ta’lim ba’da magrib, setelahnya kami sholat magrib dan isya dengan memakai kaos kaki. Jazakillahu khairan. Mohon penjelasan Ustadzah.

✔JAWABAN

Boleh shalat dengan memakai kaos kaki (afwan, banyak yang salah faham, berpikir bahwa tidak boleh shalat dengan memakai kaos kaki), tapi sebaiknya ditutup lagi kaos kakinya dengan memakai bawahan panjang atau sarung sehingga kaos kaki tidak kelihatan.

Seperti dars fiqh sebelumnya yang sudah kita kaji tentang pakaian shalat bagi wanita.
Barakallahu fiik.

•••••••••

3⃣. Jika seorang wanita Berpakaian dalam keadaan jubahnya diatas mata kaki/semata kaki kemudian shalat dengannya dan menutup aurat selebihnya  dengan memakai kaos kaki apakah yang demikian telah  memenuhi syarat dalam menutup aurat baik ketika shalat maupun ketika keluar rumah?
jazaakillahu khayran.

✔JAWABAN

Pertanyaan serupa sudah pernah ditanyakan disini, bahwa pakaian wanita muslimah yang syar’i harus panjang menutup seluruh tubuh dan kaki secara keseluruhan bahkan MELEBIHI kaki, yakni diistilahkan dengan ‘dzail’ atau ekor, dan harus longgar tidak boleh ketat.

Begitu pula dengan pakaian shalat wanita, hanya saja ketika shalat, wajah dan telapak tangan nampak kelihatan, maka kaos kaki pakaian yang KETAT MEMBENTUK kaki, jika jubahnya hanya semata kaki, maka nampak bentuk kaki yang ketat tertutup kaos kaki, maka ini TIDAK memenuhi SYARAT pakaian syar’i dalam SHALAT, begitu pula ketika keluar rumah, pakailah kaos kaki TAPI jubahnya harus panjang menutupi kaos kaki, dan yang afdhol ada DZAIL atau ekornya, menunjukkan jubah lebih panjang dari kaki.
Barokallahu fiyk.

Sumber artikel diambil dari: http://annisaa.salafymalangraya.or.id

———————————
Syarhus Sunnah Lin Nisaa`

Bagikan Komentarmu