TANBIHAT PENTING BAGI PARA PENGGUNA HANDPHONE-GADGET (bagian-8)

 

 

?Kalibrasi dan layar sentuh telah mengubah sistem kerja game dari kegiatan yang asyik menjadi SANGAT asyik sekali. Simulasi, telah membuat para gamer makin banyak mengkhayal. Seolah dia benar-benar aktor utama adegan bayangan laga di balik layar. Melewati semua rintangan dan tantangan yang datang silih berganti, terus dan tiada henti. Kata ‘game over’ bukanlah akhir dari sebuah permainan melainkan akan semakin menambah penasaran bagi yang kalah. Sebagaimana kata ‘you winner’ hanyalah pembatas antara level satu ke level berikutnya. Begitulah seterusnya.

 

? Coba iseng kita saksikan. Lihatlah smartphone keponakan anda yang tumbuh dalam keluarga awam. Mungkin hampir semua isinya adalah game. Atau di sebagian ponsel keluarga kita yang sudah kenal dakwah, terkadang masih juga menyisipkan beberapa di antaranya. Subhanallah.

 

Itu bukan ajaib, karena game benar-benar mampu merekrut manusia sebagai ‘pengikutnya’. Dan sungguh, mengobati kebiasaan nge-game ternyata jauh lebih sulit dari apa yang kita sangka. Kecuali jika Allah تعالى berkehendak memberikan hidayah kepada para hamba-Nya.

 

ANTARA HIBURAN DAN TEKANAN BATIN ?

Inti alasan yang paling lekat adalah ‘hiburan’. Yang bermain game sehabis kerja, katanya hiburan untuk merilekskan badan. Yang bermain game saat nganggur, katanya hiburan untuk mengisi kekosongan. Begitu pula kalau anak-anaknya yang nge-game, semuanya demi hiburan.

 

?Ternyata bukan cuma itu, namun game terbukti telah memengaruhi mental anak manusia satu persatu. Yang jago akan selalu dikejar oleh musuh yang lebih tangguh. Yang gagal, Dia senantiasa akan disiksa oleh rasa penasaran yang sangat mengganggu. Menang angkuh, kalah lesu…..!!

 

Tidak jarang, seorang anak lancang membangkang saat diperintah orangtua lantaran sedang asyik dengan aplikasi gamenya. Tidak pula langka seorang pemuda membanting ponselnya, stres karena nge-gamenya kalah. Bahkan kejadian yang lebih parah dari itu semua, yakni saling membunuh. Lagi-lagi….. emosi telah membuatnya gelap mata. ?

 

Sikap agresif pun terbawa-bawa ke alam nyata. Ego tinggi tak pernah mau mengalah. Terbiasa dengan tokoh yang diperaninya sebagai aktor game dunia maya. Kasar dan pemarah adalah tabi’at biasa bagi para game mania.

 

Maka nge-game bukanlah untuk hiburan, melainkan hanya akan menambah beban pikiran.

 

Lalu adakah MANFAAT GAME ⁉

Tidak ada kata manfaat di dalam rongga dunia game kecuali game edukasi[1]. Itupun harus dirinci karena game edukasi juga sering disertai musik dan gambar makhluk sebagai ilustrasi. Selain itu yang ada hanya penyebab lalai dan rugi.

 

DI ANTARA EFEK NEGATIF NGE-GAME, DUNIAWI DAN UKHROWI ☔

 

– Gangguan saraf mata

Nge-game akan berdampak buruk terhadap kesehatan mata dan penglihatan. Hal tersebut selain akibat adanya radiasi gelombang elektromagnetik yang berbahaya, juga karena ketegangan saraf yang terjadi ketika sedang menjalankan sebuah permainan di depan layar. Teramat rugi jika mata kita rusak akibat perkara yang tidak mendatangkan sedikit pun kemanfaatan.

 

– Nafsu makan berkurang

Ditambah dengan kurangnya porsi istirahat, lelahnya mata akan berpengaruh kepada nafsu makan. Mengorbankan kesehatan badan hanya untuk sebuah khayalan. Allah سبحانه وتعالى berfirman:

 

( وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ)

 

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Surat Al-Baqarah 195]

 

– Menyia-nyiakan waktu adalah sikap tercela.

Dari Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم  telah bersabda:

 

(نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ) رواه البخاري.

 

“Ada dua kenikmatan yang mayoritas manusia telah lalai karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan waktu.”

Hadits riwayat Al Bukhori.

 

– Akan semakin jauh dari Allah

Ini dampak dari dua sisi. Pertama dari sisi waktu yang sering tersia-siakan hingga berujung kapada kelalaian beribadah. Kedua efek dari emosional yang mewarnai pribadi hingga mengakibatkan hati menjadi mati.

 

Teramat jauh dari tujuan utama penciptaan kita di dunia yang fana ini:

 

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)

 

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

[Adz-Dzariyat 56]

 

– Dan lain-lain

————–

 

PlaySyaithan

Game online ataupun offline sama saja. Yakinilah bahwa dua-duanya merupakan jebakan syaithan yang dijadikannya untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah. Itu bisa terasa tatkala anda sedang fokus mengoperasikan sebuah game yang anda suka. Anda akan merasa terganggu dengan seruan apa saja di sekitar anda, termasuk panggilan ibadah.

 

Maka jauhilah makar-makar syaithaniyah!! Sekali anda mencoba, keinginan berikutnya akan semakin bertambah. Bukan kata orang, tapi ini merupakan pengalaman dari sebagian kita, saya dan anda…..

 

Ingatlah selalu peringatan Nabi kita yang mulia berikut ini:

 

ﻻَ ﺗَﺰُﻭﻝُ ﻗَﺪَﻣَﺎ ﻋَﺒْﺪٍ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺴْﺄَﻝَ ﻋَﻦْ ﺃﺭﺑﻊ : ﻋﻦ ﻋُﻤْﺮِﻩِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﻓْﻨَﺎﻩُ ﻭَﻋَﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻓَﻌَﻞَ ﻭَﻋَﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﻪُ ﻭَﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘَﻪُ ﻭَﻋَﻦْ ﺟِﺴْﻤِﻪِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﺑْﻼَﻩُ .

 

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai dia ditanya tentang empat perkara:  tentang umurnya untuk apa dia gunakan, tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan, tentang hartanya, dari mana dia didapatkan dan ke mana dia dibelanjakan, dan tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan.”

 

( Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dan dihasankan oleh syeikh al Albani)

 

AGAR TIDAK TERKENA ‘RACUN’ GAME

Pertama orangtua harus lebih dulu meninggalkan kebiasaan nge-game, jika kebiasaan itu masih ada padanya sebagai kepala keluarga. Baru setelah itu peraturan merambah kepada seluruh anggota keluarga.

 

Mencegah lebih mudah daripada mengobati. Apatah lagi kalau aplikasi game sudah mewarnai kebiasaan anak-anak setiap hari. Tentu mereka lebih sulit disadarkan dan diajak mengerti. Maka jauhkanlah aplikasi game dari keluarga kita sejak dini. Sibukkanlah mereka dengan  ilmu agama. Dan ajarilah mereka kegiatan nyata yang positif dan berguna bagi dunia dan akhiratnya. Allah berfirman ketika menyifati orang-orang yang beriman:

 

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

 

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.”

(Al-Mu’minun 03)

————–

 

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari segala sifat yang tercela dan perilaku yang dibenci oleh-Nya. Amin.

 

والله أعلم بالصواب. وبارك الله فيكم.

 

 

———————-

Catatan kaki:

[1]. Contoh game edukasi adalah pelajaran menulis, berhitung, dan membaca. Biasanya untuk kalangan anak dan balita. Memberikan pembelajaran secara manual adalah yang terbaik dan lebih terjaga.

———————-

 

 

⌚Solo, Ahad  26 Jumadil awwal 1437

06 Maret 2016

 

AppSalafy2

[[ Media saling menasihati perihal gadget ]]

 

https://alpasimiy.com/category/appsalafy2/