🌍 https://chat.whatsapp.com/K2YwRfDoR7kIGeHidwYzZR

*TANDA CINTA KEPADA ALLAH*

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْيَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِل ْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١

*_Kaum muslimin jamaah Jum’at yang semoga dirahmati Allah عزوجل,_*

Sesungguhnya termasuk di antara *salah satu prinsip dalam beriman kepada Allah عزوجل adalah cinta kepada-Nya. Seorang mukmin adalah seorang yang sangat kuat rasa cintanya kepada Allah عزوجل,* yang mengalahkan kecintaanya kepada selain-Nya, apakah itu harta benda, kedudukan, keluarga, isteri, anak-anak, dan bahkan seluruh manusia. Allah عزوجل berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ

_”Dan di antara manusia *ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;* mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. *Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”*_ *[Q.S. AI Baqarah: 165]*

Ayat Allah عزوجل yang mulia ini menerangkan *bahwa kecintaan kaum mukminin kepada Allah عزوجل Iebih kuat dibanding kecintaan kaum musyrik kepada tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah سبحانه وتعالى. Sebab kaum mukminin memurnikan kecintaan mereka hanya untuk Allah عزوجل, sementara kaum musyrik membuat sekutu dalam mencintai-Nya.*

Namun satu hal yang perlu kita pahami, *bahwa hanya sekadar pengakuan cinta kepada Allah عزوجل tentu tidak cukup,* sebab terkadang seseorang mencintai, namun pernyataan cinta tersebut hanya bertepuk sebelah tangan, tidak mendapatkan balasan dari yang dicintai. Tentu hal ini tidak akan memberi manfaat sedikitpun bagi si pecinta tersebut. Oleh karenanya, *pernyataan cinta seorang hamba kepada Allah سبحانه وتعالى haruslah disertai dengan pembuktian, dan bukan hanya sekedar pengakuan. Harus diwujudkan dalam bentuk amalan, agar hamba tersebut menjadi seorang yang dicintai Allah عزوجل.*

*_Kaum muslimin yang berbahagia,_*

*Di antara tanda dan bukti kecintaan seorang hamba kepada Allah سبحانه وتعالى* adalah,

*Pertama:*
Taat kepada-Nya, dengan menjalankan perintah Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi larangan-Nya. *Seorang yang mengaku cinta kepada-Nya, namun tidak menaati-Nya, hanyalah merupakan pernyataan kosong yang tiada arti.* *Sebab tanda cinta yang paling tampak adalah taat kepada yang dicintai, rela berkorban dengan jiwa dan hartanya demi mewujudkan kecintaan tersebut.* Seorang penyair Arab berkata:

إِنْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقًا لَأَطَعْتَهُ إِنَّ اْلمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ يُطِيْعُ

“Jika seandainya kecintaannya itu benar, engkau pasti menaati-Nya.”

”Sesungguhnya orang yang cinta, pasti taat kepada yang dicintainya.”
Siapa yang taat kepada Allah سبحانه وتعالى, maka dialah yang akan mendapat kecintaan dan keridaan dari Allah سبحانه وتعالى, dan dia akan dikumpulkan bersama dengan hamba-hamba yang dicintai-Nya dari kalangan para nabi, para Shiddiq, para Syuhada, dan orang- orang yang saleh. Allah عزوجل berfirman,

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا

_”Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu, Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”_
*[Q.S. An Nisaa: 69]*

Seorang yang cinta kepada Allah سبحانه وتعالى, senantiasa berkorban dengan harta dan jiwanya *demi meraih kemuliaan sebagai hamba yang dicintai Allah سبحانه وتعالى.* Allah عزوجل berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

_”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap Iemah Iembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Iagi Maha Mengetahui.”_ *[Q.S. Al Maidah: 54]*

Juga firman-Nya yang artinya, _”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; Ialu mereka membunuh atau terbunuh. (ltu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah❓ Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu Iakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. ”_ *[Q.S. At Taubah: 111]*

Sebagian ulama salaf berkata, *”Di antara tanda cinta seorang hamba kepada Allah, adalah cinta dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.”*

*Kedua,*
*Di antara tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah adalah dengan mengikuti bimbingan dan Sunnah Rasulullah ﷺ.* Allah عزوجل berfirman,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

_”Katakanlah, ‘Apabila kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, nasti Allah akan mencintai kalian serta mengampuni dosa kaIian.’ Sungguh Allah Mahapengampun Iagi Mahapenyayang.”_ *[Q.S. Ali Imran: 31].*

Ayat Allah عزوجل yang mulia ini dikenal dengan sebutan *”ayat ujian”, yaitu ketika seorang hamba mengaku cinta kepada Allah سبحانه وتعالى,* maka Allah menguji kebenaran pengakuan tersebut dengan ayat ini, *apakah mereka mengikuti bimbingan Rasulullah ﷺ*❓ *Apakah mereka senantiasa berjalan di atas bimbingan Rasulullah ﷺ*❓

Berkata Hasan Al Bashri رحمه الله, “Ada satu kaum yang mengaku bahwa mereka cinta kepada Allah سبحانه وتعالى, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini.”

Berkata Al Hafizh lbnu Katsir رحمه الله, “Ayat yang mulia ini merupakan pencetus hukum bagi setiap yang mengaku cinta kepada Allah, dalam keadaan dia tidak berjalan di atas metode Nabi Muhammad ﷺ, *maka sesungguhnya dia dusta dengan pengakuannya itu sendiri,* hingga dia mengikuti syari’at Nabi Muhammad ﷺ dan agama yang beliau bawa ini dalam setiap ucapan dan keadaannya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

*_”Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak sesuai perkara agama kami maka ia tertolak.”_*
*[H.R. Al Bukhari* dan *Muslim].*

*Ketiga,*
*Di antara tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah عزوجل, adalah cinta kepada firman-Nya,* melantunkan ayat-ayat-Nya yang suci, berusaha memahaminya, men _tadabburi_ nya, dan mengamalkan
dalam kehidupannya. Allah عزوجل berfirman.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

_”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”_
*[Q.S. Fathir: 29]*

Rajin membaca Al Quran, berusaha memahami dan mengamalkannya adalah merupakan kebiasaan orang-orang orang saleh, *mereka senantiasa menghidupkan Al Quran dalam kehidupan mereka.* Lihatlah perintah Allah سبحانه وتعالى *kepada isteri-isteri Rasulullah ﷺ agar senantiasa membaca kitabullah di dalam rumah-rumah mereka.* Allah عزوجل berfirman,

وَٱذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِى بُيُوتِكُنَّ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

_”Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut lagi Mahamengetahui”._ *[Q.S. Al Ahzab: 34]*

Telah berkata Utsman bin Affan رضي الله عنه,

لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُكُمْ مَا شَبِعَتْ مِنْ كَلَامِ اللَّهِ، وَمَاأُ حِبُّ أَنْ يَأْتِيَ عَلَيَّ يَوْمٌ وَلَالَيْلَةٌ إِلَّا أَنْظُرُ فِي كَلَا مِ اللهِ يَعْنِي فِي الْمُصْحَفِ

*”Kalau seandainya hati kalian itu bersih, niscaya tidak akan merasa puas dari membaca Kalam ilahi, dan aku tidak suka ada satu hari dan malam yang berlalu melewatiku, melainkan aku memerhatikan Kalamullah, yaitu melihat mushaf.”* _[Hilyatul Auliya:_ 7/300]

Semoga Allah عزوجل senantiasa memberi taufik kepada kita semua.

⭕ *KHUTBAH KEDUA*

الحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًامُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَاوَيَرْضَاهُ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ٠أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللهَ وَحْدَهُ لا
شَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ :

*_Jamaah kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah عزوجل,_*

Sungguh merupakan sebuah kebahagiaan, ketika seorang hamba termasuk salah seorang yang dicintai Allah عزوجل, sebab siapa yang dicintai-Nya, sudah pasti akan meraih keridaan-Nya, dan tiada balasan bagi seorang hamba yang diridai Allah melainkan surga-Nya.

Namun ketika seorang hamba tidak menjadikan Allah عزوجل sebagal Dzat yang paling dia cintai dalam kehidupannya, *bahkan dia lebih cinta kepada harta bendanya, dia lebih cinta kepada keluarganya, dia lebih cinta kepada kedudukannya, maka sesungguhnya dia akan merasakan balasan yang setimpal akibat perbuatannya itu, dan dia termasuk ke dalam golongan orang-orang orang yang fasik.* Allah عزوجل berfirman,

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

_”Katakanlah, ’Jika bapak-bapak kalian, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan RasuI-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”_
*[Q.S. At taubah: 24].*

*Semoga Allah سبحانه وتعالى senantiasa membimbing dan mengarahkan kita kepada amalan yang dicintai-Nya, dan semoga Allah عزوجل menjauhkan kita dari segala perbuatan yang menjadi sebab kemurkaan Allah عزوجل kepada kita sekalian.*

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Qudwah Edisi 48