TANYA JAWAB : BERANGKAT KERJA NGGA TAKUT, GILIRAN KE MASJID TAKUT

πŸ“ Dijawab oleh : Al-Ustadz Musa bin Hady حفظه Ψ§Ω„Ω„Ω‡

❓ Pertanyaan :

Mohon ijin bertanya.

Bagaimana menyikapi syubhat dari seseorang yang mengatakan, “Berangkat kerja nggak takut, ke pasar nggak takut, giliran ke masjid takut (untuk datang sholat 5 waktu dan sholat jum’at).”

Jazaakallahu khairan wa baarakallahufiyk.

πŸ’‘ Jawaban :

πŸ—’ Berangkat kerja perlu dirinci:

🏒 Jika pekerjaan tersebut berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Apa mau di-stop? Nanti orang kalo sakit, siapa yang membuat obatnya? Mau makan, siapa yang mau menjual bahan dasarnya?

πŸ’₯ Risiko kematian dan mudarat yang besar jelas sangat mungkin terjadi.

🏑 Adapun orang yang memiliki kemampuan bertahan hidup di rumah tanpa bekerja. Maka kita juga sepakat untuk tidak keluar rumah bagi tipe orang seperti ini.

πŸ•Œ Adapun ke masjid (untuk sholat jamaah atau jum’at). Jelas kita akan berdempetan dengan orang lain dalam jumlah banyak. Jika ada yang mengatakan, “Kondisi darurat, kita sholat berjamaah dengan menjaga jarak.”

βœ‹ Maka kita katakan; sholat berjamaah merupakan ibadah yg sudah diatur dalam agama, maka jangan membuat tata cara yang tidak ada contohnya sama sekali.

πŸ‘‰ Jika dikatakan, “Kita sholat berjamaah menjaga jarak karena kondisi darurat.”

☝️ Maka kita katakan; kalau kondisi darurat, agama mempersilahkan kita sholat di rumah dan tidak mempersilahkan untuk membuat tata cara sendiri dalam sholat berjamaah.

πŸšβ“ Bukankah ketika makanan sudah dihidangkan kita dilarang untuk menunaikan sholat berjamaah?

🦠 Apalagi dengan kondisi virus yang dengan kehendak Allah sudah ratusan ribu orang tewas dengan sebab virus tersebut?!

πŸ– Kalau pergi ke pasar kita masih bisa menjaga jarak dengan orang lain.

πŸ‚ Kalau tidak pergi ke pasar(dengan berbagai macam bentuk dan sistemnya) sudah bisa hampir dipastikan efek negatifnya yang sangat besar.

πŸŒ™πŸ˜ Kalau tidak pergi ke masjid maka kita masih tetap bisa beribadah di rumah dan menjaga diri kita dan keluarga serta masyarakat dari penularan virus tersebut.

🌷 Baarokallahu fiikum

βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–

πŸ”Ž Anda ingin berlangganan Buletin Al-Faidah? Hubungi : +62857-8264-3130

πŸ“² JOIN CHANNEL TELEGRAM KAMI : https://t.me/buletinalfaidah