📖 اتباع السنة 📚
🌍 https://t.me/ittibau

*SOAL JAWAB*

✍🏻 *Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc حفظه الله*

*TANYA:*❓
1⃣ *Gugur Sebelum Ditiupkan Roh*
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Afwan mau tanya. *Ada seorang ummahat yang janinnya keguguran dalam usia kandungan 2 bulan. Lalu darah yang keluar dianggap darah nifas atau bukan*❓ Kalau bukan, *dianggap apakah darah itu*❓ *Apakah dia tetap mengerjakan shaIat* atau tidak ❓Mohon dijawab segera. Atas jawabannya, ana ucapkan jazakumullahu khairan katsiran. *Dari Abdullah.* *[08960269xxxx].*

*JAWAB:*
Wa‘aIaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh. Wa antum Jazakumullahu khairan. *Semoga di balik semua ini ada hikmahnya.* Tentang hukum darah tersebut, maka darah itu termasuk darah _fasid_ (rusak), bukan darah nifas. Hal Itu *dikarenakan umur kandungan masih 2 bulan, yang artinya kurang lebih 30 hari.* Sementara, *janin pada umur tersebut belum ditiupkan roh padanya. Janin hidup ketika ditiupkan roh pada umur 120 hari,* sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه dalam riwayat AI Bukhari dan Muslim.

Atas dasar ini, *maka hukum anda seperti wanita yang _istihadhah._ Sehingga tetap wajib shalat.* Dan dianjurkan wudhu tiap ingin melakukan shalat, *dan akan lebih baik kalau mandi, walaupun ini tidak wajib.*

*TANYA:*❓
2⃣ *Tasyahhud Dengan Shalawat*
Assalamu’alaikum. Ustadz, saya *belum paham tentang bacaan tasyahud awal.* Sebagian ada yang sampai *_”wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warasuluh”,_* ada yang sampai shalawat, ada juga yang sampal *_”innaka hamidumajid.”_* Yang benar mana ❓ *(yang paling rajih*❓).

*JAWAB:*
*Tentang bacaan tasyahhud awwal yang lebih baik adalah dibaca secara lengkap; tasyahhudnya sekaligus dengan shalawatnya.* Yakni dari _’Attahiyyat…_ dst, sampai _’innaka hamidummajid.’_ Berdasarkan keumuman dalil dalam masalah ini. Di mana, salah seorang shahabat bertanya kepada Nabi ﷺ, *”Kami telah mengetahui bagaimana kami mengucapkan salam kepadamu (yakni daIam tasyahhud).*

*Lalu bagaimanakah kami mengucapkan shalawat atasmu*❓” Maka beliau ﷺ menjawab (yang artinya), *”Ucapkan, ’Allahummah shalli ’ala Muhammad…dst.”* [Shahih, *H.R. Al Bukhari* dan *Muslim]*

Asy Syaikh Al Albani رحمه الله mengatakan, “Di sini, Nabi ﷺ tidak mengkhususkan satu tasyahhud dari tasyahhud yang Iain. Maka dalam jawaban beliau ﷺ ini *ada keterangan disyariatkannya shalawat kepada Nabi ﷺ dalam tasyahhud yang pertama juga. Ini adalah madzhab Asy Syafi’i رحمه الله,* sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitab *Al Umm.*

*Dan inilah pendapat yang benar menurut ulama Syafi’iyah,* sebagaimana ditegaskan oleh An Nawawi رحمه الله dalam kitabnya *Al Majmu* (3/460), beliau kuatkan dalam kitab *Ar Raudhah* (1/263 cetakan Maktab lslami), dan ini juga pendapat yang dipilih oleh Al Wazir lbnu Hubairah Al Hambaly sebagaimana dalam kitab *Al lfshah.”* *[Sifat Shalat Nabi:* 163-164].

Bahkan, ada hadits panjang yang sangat jelas menyebutkan *bahwa beliau ﷺ dalam tasyahhud yang pertama juga membaca shalawat,* sebagaimana dalam riwayat *Abu Awanah* رحمه الله. [Lihat *Tamamul Minnah:* 224-225 dan *Ashlu Sifat Shalat:* 3/904].

Namun demikian, banyak ulama menyebutkan *hukum shalawat ini sunnah. Tapi, tentunya ditekankan untuk membacanya dalam rangka mencontoh Rasulullah ﷺ.*

3⃣ *TANYA:*❓
*Merebonding Rambut*
Bismillah. Afwan ana mau bertanya. *Bagaimana hukum rebonding/smooting*❓Dan *bagaimana hukum memakai pewarna rambut (semir) bagi seorang akhwat yang rambutnya tertutup oleh hijab*❓ Jazakumullahu khairan.

*JAWAB:*
Meluruskan atau mengeritingkan rambut, sebagaimana fatwa-fatwa ulama yang saya dapatkan, *mereka membolehkan.* Dalam fatwa Asy Syaikh AI Fauzan, seorang anggota ulama besar di Saudi Arabia, *beliau membolehkan mengeriting rambut.* Dalam Fatwa Lajnah Daimah (Dewan Fatwa Saudi Arabia), juga Asy Syaikh Abdullah bin Baz, *mereka membolehkan meluruskan rambut.*

Hanya saja, *ada haI-hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, para ulama mengingatkan untuk tidak melakukannya di salon umum yang kurang menjaga aurat wanita, agar tidak terlihat oleh Iawan jenis. Apalagi yang melakukannya adalah seorang laki-laki.*

Demikian pula, *janganlah bahan yang dipakai mengandung pewarna rambut berwama hitam, sementara pada rambutnya sudah ada ubannya.* Kalau belum ada, maka boleh. *Juga jangan menyerupai gaya rambut orang-orang kafir.*

*Untuk menyemir, diperbolehkan bagi wanita bila sudah beruban. Namun dengan selain warna hitam, tapi warna kemerahan. Di antaranya menyemir dengan inai (hinna)* dan sejenisnya. Nabi ﷺ bersabda yang artinya, *_”Ubahlah uban ini dan hindarilah warna hitam.”_* *[H.R. Muslim] Lafazh ini umum untuk laki-Iaki dan wanita.*

Adapun selain uban. maka dibiarkan apa adanya, tidak boleh diubah. *Kecuali apabila warna rambut telah berubah (rusak).* Bila seperti itu, boleh diwarnai dengan warna sesuai yang bisa menghilangkan warna rusak tersebut. Jadi, rambut yang masih asli alami, tidak rusak, maka biarkan sebagaimana aslinya, karena tidak ada kebutuhan untuk mengubahnya.

Apabila mewarnai rambut tersebut menyerupai orang kafir, atau gaya mereka, *maka tidak diragukan bahwa ini haram. Baik satu warna atau lebih.*

🌏📕 *Sumber* ||
Majalah Qudwah Edisi 06