TIDAK MEMANDIKAN DAN MENSHOLATKAN ORANG YANG GUGUR DI JALAN ALLAH

440- وَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَجْمَعُ بَيْنَ اَلرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحَدٍ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ, ثُمَّ يَقُولُ: أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ؟, فَيُقَدِّمُهُ فِي اَللَّحْدِ, وَلَمْ يُغَسَّلُوا, وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِمْ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dan dari Jabir radhiyallahu anhu: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mengumpulkan dua orang yang gugur dalam perang Uhud dalam satu pakaian. Kemudian beliau bertanya: “Siapakah di antara mereka yang paling banyak menghapal al-Qur’an?” Lalu beliau mendahulukannya untuk dimasukkan ke dalam lahad, mereka tidak dimandikan dan tidak disholatkan. Riwayat alBukhari.

? PENJELASAN:

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini:

1. Bolehnya menguburkan lebih dari satu jenazah dalam 1 lubang, dan mengkafani lebih dari 1 jenazah pada 1 kain kafan jika memang kondisinya menyulitkan.

2. Keutamaan orang yang berilmu. Seseorang yang lebih banyak hafalan al-Qur’annya didahulukan dimasukkan ke liang lahad.

3. Jenazah orang – orang gugur dalam pertempuran jihad fi sabilillah tidak dimandikan dan tidak disholatkan.

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan: Bisa jadi (hikmah) tidak dimandikan dan disholatkannya orang-orang yang terbunuh oleh kaum musyrikin adalah agar ia menghadap Allah dengan luka-lukanya. Telah tersebut dalam hadits bahwa bau luka itu akan menjadi bau misk dan warnanya warna darah. Sudah cukup pemulyaan Allah untuknya sehingga tidak diperlukan lagi sholat baginya. Bersamaan dengan itu terdapat keringanan dari Allah terhadap pasukan yang tersisa dari kaum muslimin karena luka-luka akibat pertempuran itu atau kekhawatiran kembalinya musuh, atau keinginan segera mengejar musuh, atau keinginan segera kembali ke keluarga masing-masing (al-Umm (1/267-268))

〰〰〰

? Disalin dari buku “Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)”.  Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 68-69.

? Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

? Semoga bermanfaat !!

? Bagi yang ingin mendapatkan postingan sebelumnya dari kajian ini silahkan kunjungi http://bit.ly/tata-cara-mengurus-jenazah

〰〰〰〰〰〰〰
??Salafy Kendari || https://telegram.me/salafykendari