TIDURNYA ORANG YANG BERPUASA IBADAH?

Pertanyaan:

Ada sebuah hadits yang cukup terkenal di tengah kaum muslimin tentang keutamaan orang yang berpuasa, bahwa tidurnya orang yang puasa itu adalah ibadah. Sebagian orang berdalil dengan hadits ini untuk bermalas-malasan, tidak berkarya bahkan tidur seharian. Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Kondisi lemas dan lemahnya badan saat berpuasa adalah hal yang wajar, terlebih bagi yang jarang berpuasa Sunnah, atau bagi anak anak yang baru berlatih berpuasa. Dan itu akan berangsur menjadi ringan. Apalagi Sunnah sahur dijalankan, akan sangat memudahkan ibadah puasa.

Sangat wajar ketika seorang lelah, dia beristirahat, berbaring atau tidur.

Namun perlu diingat, bahwa puasa di bulan Ramadhan Alloh syareatkan bukan untuk seorang bermalas, sehingga puasa dijadikan alasan untuk tidak beramal. Justru sebaliknya Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam mencontohkan di bulan ramadhan beliau menambah amalan-amalan sholih, membaca Al Qur’an, dzikir, doa, sedekah dan berbagai amalan lain bahkan perang Badar dan Perang Fathu Makkah, terjadi di bulan ramadhan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberikan contoh kepada umatnya, bersemangat beribadah di bulan Ramadhan. Terlebih di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, saat datangnya Lailatul Qadar di salah satu malam dari malam malam sepuluh. Rosululloh shallallohu alaihi wasallam menambah lagi semangat beliau beribadah. Beliau beri’tikaf di masjid bahkan istri-istri beliau pun ikut beri’tikaf.

Adapun beralasan dengan hadits:

نوم الصاءم عبادۃ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.”

untuk bermalas-malasan, banyak tidur, tidak beraktivitas; berdalih dengan hadits di atas untuk berleha-leha tidaklah benar, karena beberapa sisi.

Pertama:

Apa yang telah kita sebutkan, bahwa tauladan dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan salaf umat ini adalah berijtihad dalam beribadah selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Kedua:

Hadits yang terkenal atau masyhur di tengah manusia, belum tentu Shahih. Termasuk hadits ini.

Hadits di atas diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari shahabat Ibnu Abi Aufa Radhiyallahu’anhu, diriwayatkan pula oleh Ibnu Mandah dari shahabat Ibnu Umar.

Hadits ini didhoifkan oleh para ulama diantaranya:

1- Al Hafidz Al Iroqy mendhoifkan hadits ini ketika mengomentarai kitab Ihya Ulumuddin karya Al Ghozali.

2- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Dho’if Al-Jami no. 5972

3- Demikian pula didhoifkan oleh Lajnah Daimah yang diketuai Asy Syaikh Abdul Aziz bin bazz rahimahulloh dalam Fatwa Lajnah no 18559, ketika ditanya tentang hadits ini, dan hadits

صوموا تصحوا

Berpuasalah, kalian akan sehat.

Dalam fatwa diterangkan bahwa hadits: Tidurnya orang yang berpuasa ibadah Dho’if, disebutkan As suyuthi dalam Jami Ash Shogir dan menisbatkan hadits kepada Al Baihaqi. Suyuthy memberikan tanda bahwa hadits ini dhoif.

Dalam sanad haditsnya ada Ma’ruf bin Hassan, seorang yang dhoif (lemah).

Adapun hadits : “Puasalah, kalian akan sehat,” Juga dhoif, dalam sanadnya ada seorang bernama Nahsyal, orang ini dikatakan : Matruk.

Dengan penjelasan para ulama tentang hadits ini, maka tidak diperbolehkan bagi kita berdalil dengan hadits ini terlebih untuk bermalas malas di bulan ramadhan.

Bersemangat lah dalam melalui bulan ini, terlebih di masa wabah COVID-19, dengan berbagai ibadah, perbanyaklah doa kepada Alloh untuk kebaikan pemerintah kita, kaum muslimin dan umat manusia semoga Alloh angkat wabah ini dari kaum muslimin secara khusus dan umat manusia secara umum. Allohul a’lam.

Sumber: https://problematikaumat.com/tidurnya-orang-yang-berpuasa-ibadah/