💢💢 UCAPAN TAJAM & SIKAP KASAR, SENJATA SETAN DALAM MEMECAH PERSAUDARAAN…

Nasehat untuk diri sendiri dan pembaca rahimahumullah

Para pembaca, potensi perselisihan antar manusia sangatlah besar. Banyak sebab dan faktor yang mengundang perselisihan yang terjadi.

Dan barang tentu, andil setan dalam memperkeruh keadaan tidak mungkin terelakkan. Bak seorang “lakon” yang tak mau kalah, lagi berambisi menang dalam melawan musuh bebuyutan.

Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

إن الشيطان قد أيس أن يعبده المصلون في جزيرة العرب ولكن في التحريش بينهم.

“Sesungguhnya setan telah putus asa agar para ahli shalat di Jazirah Arab beribadah kepadanya, namun -setan tidak pernah putus asa- dalam menabur benih perselisihan di antara mereka.”

(HR. Muslim)

Dan salah satu upaya setan dalam merusak sebuah persaudaraan, adalah penggunaan kata-kata tajam & sikap kasar dalam bermu’amalah dan interaksi antar manusia.

Coba kita lihat bimbingan Allah kepada Ar-Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya dalam mematahkan makar setan tersebut. Firman Allah,

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ ٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ يَنزَغُ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ كَانَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٗا مُّبِينٗا

“Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang terbaik. Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

Surat Al-Isra’, Ayat 53

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Kata al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

يَأْمُرُ تَعَالَى رَسُولَهُ ﷺ أَنْ يَأْمُرَ عِبَادَ اللَّهِ الْمُؤْمِنِينَ، أن يقولوا في مخاطباتهم ومحاوراتهم الكلام الْأَحْسَنَ وَالْكَلِمَةَ الطَّيِّبَةَ؛ فَإِنَّهُ إِذْ لَمْ يَفْعَلُوا ذَلِكَ، نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنَهُمْ، وَأَخْرَجَ الْكَلَامَ إِلَى الْفِعَالِ، وَوَقَعَ الشَّرُّ وَالْمُخَاصَمَةُ وَالْمُقَاتَلَةُ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ عَدُوٌّ لِآدَمَ وَذُرِّيَّتِهِ مِنْ حِينِ امْتَنَعَ مِنَ السُّجُودِ لِآدَمَ، فَعَدَاوَتُهُ ظَاهِرَةٌ بَيِّنَةٌ.

“Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk memerintahkan hamba-hamba-Nya kaum mu’minin agar mereka berbicara dalam diskusi dan percakapan mereka dengan (gaya dan tata) ucapan yang terbaik, serta (pemilihan) kata yang bagus.

Jika mereka tidak melakukan hal itu (berdialog dan berbicara dengan tutur kata yang baik), niscaya setan akan menimbulkan perselisihan di antara mereka, setan keluarkan sebuah ucapan ke dalam perbuatan mereka.

Dan terjadilah asy-syarr (keburukan), perdebatan dan saling melawan;

Memang sejatinya setan adalah musuh bagi Nabi Adam ‘alaihis salam dan keturunannya, (dimulai) sejak enggannya dia sujud kepada Adam, (api) permusuhan itupun sangat jelas dan nyata.”

(Tafsir al-Quran al-‘Adzim, Q.S. As-Isra’: 53)

Hal ini dikuatkan dengan firman Allah,

…وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِك.

“…Dan jika kamu (wahai Muhammad) berkata dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”

Lalu kata beliau -Ibnu Katsir- rahimahullah,

الْفَظُّ: الْغَلِيظُ، وَ الْمُرَادُ بِهِ هَاهُنَا غَلِيظُ الْكَلَامِ؛ لِقَوْلِهِ بَعْدَ ذَلِكَ: ﴿غَلِيظَ الْقَلْبِ﴾ أَيْ: لَوْ كُنْتَ سيِّئَ الْكَلَامِ قَاسِيَ الْقَلْبِ عَلَيْهِم لَانْفَضُّوا عَنْكَ وَتَرَكُوكَ.

“Arti al-fazhzhu adalah al-ghaliizh, maksudnya dalam hal ini adalah ghaliizhul kalam (ucapan kasar). Karena setelah itu Allah sebutkan ghaliizhal qalbi, yang artinya

“Jika kamu adalah orang yang jelek ucapannya, lagi bersikap keras hati kepada mereka (kaum mu’minin), niscaya mereka akan menjauh dan meninggalkanmu.”

(Tafsir al-Quran al-‘Adzim , Q.S Ali ‘Imran : 159)

🍒 Semoga Allah membimbing dalam setiap sikap dan ucapan kita. Jika terjadi salah atau keliru, semoga kita dimudahkan untuk meminta maaf, mengalah, dan bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla…

✍🏼 Abu Sufyan

📚 🔄 Silakan ikuti dan bagikan
TELEGRAM : http://bit.ly/tg_AM
ARCHIVE : http://bit.ly/arc_AM

🌿 AHLUSSUNNAH MALANG 🌿